Produk Derek COMEUP Taklukkan Medan Ekstrem di Kutub

0
derek comeup

ROCKOMOTIF, Jakarta – Satu lagi produk asal Taiwan yang berhasil menerabas industri otomotif di Eropa adalah produk derek COMEUP. Produk ini pun sudah digunakan oleh ekspedisi Arctic Truck sejak 2007 untuk menaklukkan ekspedisi di daerah Kutub.

Menurut Director of Sales & Marketing COMEUP Industries, David Lin, COMEUP ini satu-satunya produsen alat derek yang membawa kendaraan ke Kutub Utara dan Kutub Selatan.

Produk andalan COMEUP Industries merupakan produk kompetisi penderek yang mempunyai keunggulan dengan tiga motor dan tiga kontraktor bersegel submersible, motor seri 8,0 hp 12V yang kuat, kereta gigi taji 3 tahap yang kokoh, sistem rem ganda, dan pilihan long drum untuk menampung lebih banyak tali.

“Dengan slogan Work Tough, Play Tough, COMEUP Industries menawarkan produk penderek yang paling berkualitas dan berkinerja tinggi kepada konsumen di seluruh dunia,” ujar David Lin.

Baca juga: Ini yang Menjadi Penyebab Utama Kecelakaan Bus dan Truk di Indonesia

Adapun, COMEUP Industries didirikan pada tahun 1975 oleh S.J. Huang, sebagai Chuan Phang Ent. Co Ltd. Memulai penjualan dan pembuatan derek listrik di fasilitas perintis. Chuan Phang mengkhususkan diri dalam produksi penuh berbagai derek listrik dengan kapasitas angkat 80 hingga 5.000 kg sepanjang tahun 1980-an. Sehingga membuat merek COMEUP dengan cepat tumbuh sebagai merek yang memimpin pasar.

Hingga saat ini, produk derek COMEUP Industries telah didistribusikan ke lebih dari 60 negara di 5 benua di seluruh dunia sejak tahun 1975.

“Di Indonesia, kami memiliki distributor untuk memasarkan produk kami seperti derek otomotif (DC), derek kompetisi (DC), dan derek industri (derek/kerekan yang digerakkan oleh DC dan hidrolik) untuk memperluas pangsa pasar bersama-sama,” ungkap David Lin.

Baca juga: Mitsubishi Fuso Percaya Market Kendaraan Komersial Naik 30% di 2021

Menurut David Lin, seperti halnya perekonomian dunia yang merasakan dampak dari pandemi Covid-19. Penjualan COMEUP Industries juga mengalami penurunan sekitar 10% pada tahun 2020.

“Walaupun demikian, kami terus berupaya untuk meningkatkan penjualan kami di seluruh dunia. Sambil menantikan pulihnya perekonomian dunia dalam waktu dekat,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY