BBM Euro 4 Berlaku Mulai Mei 2018, Premium dan Pertalite Hilang?

0
bbm euro 4
Hanya Pertamax yang bisa memenuhi standar Euro 4

ROCKOMOTIF, Bogor – Kualitas bahan bakar minyak (BBM) kita yang sudah jauh tertinggal dari negara maju, membuat buruknya kualitas udara Indonesia akibat polusi. Jika di negara maju sudah sampai di standar Euro 6, Indonesia masih berkutat di Euro 2.

Pemerintah pun sudah mencanangkan penerapan BBM dengan standar Euro 4 sejak kapan tahu. Tapi lagi-lagi semua itu tinggal wacana.

Tapi melalui Pertamina selaku penyalur BBM milik negara, hal ini dikonfirmasi jika BBM Euro 4 akan mulai didistribusikan secara bertahap mulai Mei 2018 mendatang.

Wah siap-siap harga BBM naik nih. Karena menurut salah seorang petinggi APM mobil yang pernah diajak berdiskusi oleh Rockomotif, regulasi tentang Euro 4 ini sudah pasti akan membuat harga BBM naik.

Baca Juga: Mitos Atau Fakta, Sering Mencampur BBM Itu Bagus Untuk Kendaraan?

Inilah mengapa penerapan standar Euro 4 selalu berlarut-larut tanpa kepastian. Ya, apalagi kalau bukan karena akan ada demo kalau harga BBM naik kan. Intinya peraturan standar BBM ini cukup berbau politis.

Jika berbicara soal kualitas udara, ambil contoh Jakarta misalnya. Per Januari 2017 – Januari 2018, kualitas udaranya mencapai 35 ug/m3, sudah melampaui standar WHO 25 ug/m3. Penyebab utamanya adalah gas buang kendaraan bermotor dengan mesin yang menggunakan BBM berkualitas rendah.

“Menjelang pelaksanaan Asian Games pada Agustus 2018 dan Pertemuan IMF pada Oktober 2018, pemerintah mensyaratkan penggunaan BBM setara Euro 4 mulai bulan Mei 2018 di Jabodetabek, Palembang, Surabaya, Yogyakarta, Banyuwangi, Bali, Bandung dan Labuan Bajo,” ujar Arya Dwi Paramita Manager External Communication PT Pertamina (Persero).

Hal ini diungkapkan oleh Arya saat berjumpa dengna wartawan otomotif dalam kegiatan Bro Ringo (Obolan Ringan Otomotif), Mitos & Fakta, Seputar BBM dan Pelumas, yang digelar di Bogor, Senin (26/3).

Menurut Arya, penyiapan BBM setara Euro 4 sesuai peraturan akan berlangsung secara bertahap di Indonesia.

Aria Dwi Paramita External Communication Manager Pertamina saat berdiskusi dengan Forwot

Berarti Premium dan Pertalite Hilang

Lebih jauh dijelaskan bahwa ketersediaan dan distribusi BBM berkualitas akan berdampak positif bagi kepentingan produksi dan daya saing industri otomotif nasional.

“BBM berkualitas dan ramah lingkungan menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen, apalagi produsen otomotif telah mensyaratkan BBM berkualitas tinggi dengan oktan 92 untuk kendaraan di atas tahun 2010,” tutur Arya.

Karena jika berbicara standar Euro 4, sudah pasti minimal RON 92. Lah berarti Premium dan Pertalite ke mana?

Baca Juga: Pakai Honda Beat Tidak Perlu Isi Pertamax Turbo, Mubazir!

Paling tidak secara bertahap Premium dan Pertalite akan menghilang. Yang pasti Jawa dan Bali akan menjadi percontohan dalam penerapan Euro 4 ini.

“Sesuai Peraturan Menteri (Permen) KLHK No 20 tahun 2017, maka BBM berkualitas tinggi dan ramah lingkungan akan menjadi pilihan masyarakat. Penyediaan BBM berkualitas merupakan komitmen Pertamina menekan pencemaran udara dan menjamin efisiensi kendaraan,” tutup Arya.

LEAVE A REPLY