ROCKOMOTIF, Jakarta – Atlet motorsport Tanah Air, Julian Johan atau yang akrab disapa Jeje, telah mengumumkan keikutsertaannya dalam pertempuran Rally Dakar 2026. Hal ini telah ia sampaikan beberapa waktu lalu, bertepatan dengan diterimanya pendaftaran ke penyelenggara.
Kompetisi yang diselenggarakan di Arab Saudi selama 14 hari ini memang telah menyita perhatian seorang Jeje sejak masa kecil. Bagaimana tidak? Ayahnya Ismail Johan yang juga seroang offroader dan pereli, turut memiliki andil bagaimana Jeje kecil merasa tertarik dengan balapan di gurun pasir.
Dalam bincangnya bersama ROCKOMOTIF, Jeje menjabarkan alasan bahwa ajang Rally Dakar 2026 ini adalah satu-satunya kompetisi internasional yang memerlukan jenjang karir layaknya Formula 1, MotoGP atau World Rally Championship (WRC). Justru, melalui balapan tersebut semua orang yang memiliki passion di ajang tersebut bisa dengan ‘mudah’ mengikuti meskipun tidak memiliki latar belakang sebagai seorang atlet motorsport.
“Sebenernya Dakar itu bukan balapan yang secara jenjangnya harus udah cukup banyak pengalaman, dan kuat secara karir kita. Jadi enggak kaya kita balap Formula 1, di mana kita harus jenjangnya step by step supaya kita bisa nantinya naik ke kelas yang lebih tinggi. Kalau di sini itu sebenarnya asalkan kita ada kemauan, keberanian, dan secara finansial, kita bisa ikut,” buka Jeje.

Tidak seperti ajang AXCR yang bisa mengirimkan mobil dari Indonesia ke negara tujuan. Untuk ajang Rally Dakar 2026, Jeje, lebih memilih untuk menyewa mobil melalui workshop asal Perancis, Compagnie Saharienne. Menurutnya, dengan merental mobil dari tim tersebut ia tidak lagi repot dengan pengiriman mobil ke Arab Saudi.
“Kenapa mobilnya sewa? Karena memang ini menjadi langkah yang paling realistis dan paling efektif bagi kita yang baru pertama kali ikut. Kenapa tidak pakai mobil dari Indonesia? Karena hal tersebut terlalu banyak resiko, seperti mobil yang masih belum sepenuhnya sesuai dengan regulasi, kedua kita masih trial error dlu karena kita pakai mobil yang pertama kali kita pakai di dakar dan team support kita akan menghadapi obstacle tambahan. Seperti dari iklim, ini kan kerjanya nonstop 2 minggu lebih, Kalau kita sewa mobil, karena mobilnya sudah ikut tiap tahun dan tim mekanik juga tiap tahun berangkat, jadi kita meminimalisir resiko,” jelasnya.
Mengenai mobil yang akan digunakan, pria kelahiran 1 Agustus ini mengungkapkan akan menggeber Toyota Land Cruiser 100 (LC100) di Rally Dakar 2026 karena merasa telah mengenal karakter mobil tersebut.
“Karena sejauh ini pakai Land Cruiser, dan ini mobil yang secara karakternya sudah saya hafal, serta secara ketangguyannya sudah terbukti. sementara dari berbagai pilihan bengkel yang nyediain mobil di eropa, workshop Perancis ini, memiliki spesialisasi pada Land Cruiser,” tambahnya.

Melalui keikutsertaannya pada Rally Dakar 2026, Jeje tidak hanya menunjukkan eksistensinya di mata dunia. Tetapi, melalui kehadiran ia di ajang paling bergengsi ini, dirinya memiliki target lain untuk membawa nilai nasionalis di panggung dunia.
“Kalau kaitannya dengan orang yang keberapa, saya memang tidak menyinggung sama sekali. Dan ini adalah tahap awal, untuk menginformasikan bahwa saya akan ikut kompetisi ini tahun depan. Tapi ketika nanti saatnya orang tahu bahwa saya bukan yang pertama, saya ingin menyampaikan bahwa saya adalah orang Indonesia yang pertama finish di ajang ini,” pungkasnya.
Sebelumnya, ada beberapa tokoh yang berhasil mengikuti ajang tersebut, yakni Tinton Soeprapto bersama Dali Sofari dan Richard Hendarmo pada tahun 1990. Kemudian pada 2010 dan 2011, Kasih Anggoro turut mengikuti kompetisi tersebut. (*)