BYD Ekspor Mobil Listrik Buatan Thailand ke Eropa, Hindari Tarif Uni Eropa

0
byd ekspor dolphin produksi thailand

ROCKOMOTIF, Jakarta – BYD resmi mengirimkan mobil listrik Dolphin buatan Thailand ke Eropa untuk pertama kalinya. Lebih dari 900 unit Dolphin dikapalkan menuju Jerman, Belgia, dan Inggris, menurut pengumuman perusahaan pada Senin (25/8) lalu.

Uni Eropa memberlakukan tarif anti-subsidi terhadap mobil listrik buatan Tiongkok pada 2024. Namun, karena BYD bekerja sama dalam investigasi ini, mereka mendapat tarif tambahan yang lebih rendah yakni 20,7% di luar bea masuk standar 10%.

Dengan memproduksi di Thailand, BYD dapat mengurangi ketergantungan pada pabrik di Tiongkok dan menekan beban tarif ekspor ke pasar Eropa.

Pengiriman perdana ini menggunakan kapal milik BYD sendiri, BYD Zhengzhou, yang untuk pertama kalinya berlayar dari Thailand menuju Eropa. Langkah ini menjadi tonggak penting dalam strategi globalisasi BYD, sekaligus memperkuat posisi Thailand sebagai pusat produksi kendaraan listrik (EV) di Asia Tenggara.

Baca juga: BYD Kuasai 7 Pasar Global di Semester I 2025, Indonesia Masuk Daftar Utama

Ke Yubin, General Manager BYD Thailand, menyebut ekspor Dolphin ke Eropa sebagai pencapaian baru setelah milestone 90.000 unit.

“Setelah mencapai tonggak distribusi 90.000 unit kendaraan listrik (NEV) pada Juli lalu, BYD kembali meraih terobosan penting. Ekspor perdana Dolphin buatan Thailand ke Eropa tidak hanya menjadi langkah maju dalam strategi globalisasi BYD, tetapi juga menegaskan peran vital Thailand dalam rantai pasok kendaraan listrik dunia,” ujar Ke Yubin, General Manager BYD Thailand.

Pabrik Rayong: Basis Produksi Global BYD

BYD mengoperasikan pabrik Completely Knocked Down (CKD) di Rayong, Thailand, sejak Juli 2024. Pabrik ini menjadi pabrik mobil penumpang pertama BYD di luar Tiongkok yang sepenuhnya dimiliki perusahaan.

Dengan kapasitas produksi 150.000 unit per tahun, pabrik Rayong melayani dua pasar utama:

  • Pasar domestik Thailand, untuk memenuhi kebutuhan kendaraan listrik lokal.
  • Pasar ekspor global, termasuk Asia dan kini Eropa.

Pada Juli 2025, pabrik Rayong mencatat pencapaian 90.000 unit kendaraan terdistribusi hanya dalam setahun sejak beroperasi, menandakan kapasitas produksi yang agresif dan efektif.

Baca juga: BYD Dolphin Direcall Lantaran Berpotensi Kebakaran

Januari–Juli 2025, BYD telah menjual 545.003 unit EV di luar negeri, naik 133,5% dibanding periode yang sama tahun lalu. Ekspor ini mencerminkan strategi BYD untuk memperkuat pasar global di tengah tekanan regulasi.

Sementara itu, total penjualan mobil penumpang BYD secara global sudah mencapai 2.458.914 unit (Januari–Juli 2025). Meski penjualan mobil naik 26,2% dibanding periode yang sama di 2024, namun pertumbuhan BYD malah melambat.

Pada Juli 2025, penjualan bulanan BYD hanya 341.030 unit, naik tipis 0,1% year-on-year, sekaligus mencatat pertumbuhan YoY terendah dalam 1,5 tahun terakhir.v

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here