Penjualan Turun, Pabrik Toyota Indonesia Ikut Terpengaruh

0
Toyota Indonesia

ROCKOMOTIF, Jakarta – Dominasi Toyota Indonesia di industri otomotif Tanah Air mulai mengalami dampak dari rivalitas, khususnya produktivitas dari jalannya pabrik yang mengalami penurunan kapasitas produksi.

Hal ini diungkapkan oleh Bob Azam, Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), dikutip dari CNBC Indonesia, di mana melihat penjualannya yang tengah melesu, secara otomatis utilisasi pabrik ikut terpengaruh.

“Yang kita khawatirkan juga kalau pabrik itu bekerja di bawah under utilisasi ya. Sekarang kan kapasitas 2,3 juta, tapi produksinya 1,3 juta, ya kan? Jadi under utilisasinya tuh tinggi banget, 30 sampai 40 persen itu yang kita khawatirkan, harus didorong lah,” ungkapnya.

Turut Dipengaruhi Penjualan Mobil Listrik

Di samping itu, penurunan penjualan yang memengaruhi utilisasi pabrik Toyota Indonesia juga dipengaruhi penjualan mobil listrik, di mana didominasi oleh pabrikan otomotif asal Tiongkok. Dalam penjelasannya, Bob Azam, juga mengungkapkan penjualan mobil listrik yang mengalami lonjakan tersebut merupakan produk impor.

“Jadi sebenarnya kalau dilihat konvensional car ya, ICE (mobil bensin) itu akan lebih dalam lagi. Yang nutupin (penjualan) kan mobil listrik gitu lho, tapi mobil listrik kan banyak impor ya. Jadi impor kita meningkat, tapi yang domestik industrinya malah turun ya,” bebernya.

Toyota Indonesia Berharap Ada Stimulus

Melihat kondisi yang melemah tersebut, Bob Azam, berharap pemerintah dapat memberikan insentif untuk lebih menggairahkan permintaan pasar. Hal ini nantinya akan berdampak pada penurunan harga kendaraan melalui rileksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM).

“Kalau (harga mobil) turun 2-3 persen kan lumayan masyarakat dapat fresh money. Itu yang akan kita harapkan. Karena toh kalau misalnya ekonomi meningkat revenue pemerintah juga naik,” pungkasnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here