ROCKOMOTIF, Jakarta – Pereli Indonesia yang turut dalam kompetisi rally Dakar 2026, Julian Johan bersama Mathieu Monplaisi berhasil menyelesaikan separuh perjalanan Dakar dengan menyentuh garis finish di setiap stage.
Meskipun hal tersebut menjadi kabar bahagia bagi penggemar di Tanah Air, namun, perjuangan seorang Julian Johan ini tidaklah mudah. Ia merasa beruntung apabila mobil Toyota Land Cruiser 100 berkelir merah putih dan hitam ini dapat menuntaskan pertarungan.
Bukan tanpa alasan, selama tujuh stage yang dimulai dari SS Prologue, Julian Johan, harus terbiasa dengan jalur bebatuan dan padang pasir. Terlebih ia harus melintasi dua stage yang digelar tanpa harus balik ke paddock.

“Jadi di marathon stage pada SS4 dan SS5 kami Alhamdulillah bisa mencapai ke finish, walaupun perjuangannya lebih berat dari hari sebelumnya. Ini dikarenakan pada pagi hari pada saat stage keempat dimulai, baru di kilometer awal mobil kami mengalami slip kopling, sehingga kami harus bisa menjaga kondisi mobil, sehingga harus menyesuaikan gaya menyetir,” ungkap Julian Johan, kepada ROCKOMOTIF.
Beruntung ia masih bisa melanjutkan pertarungan, dan mencapai garis finish. Namun, karena kondisi teknis mobil tidak dalam keadaan prima, ia tidak melihat hasil yang dicapai. Namun, ia bersyukur bisa menyelesaikan stage di garis finish.
Menariknya, ketika berlanjut pada Special Stage 6 dengan jarak 900 kilometer, ia berhasil menyelesaikan dengan sangat baik. Bahkan, menurut pengakuan pereli kelahiran 1 Agustus tersebut, hasilnya sangat impresif.
“Sementara stage 6 kemarin yang menempuh jarak 900 kilometer, Alhamdulillah bisa dibilang ini menjadi pencapaian terbaik kami karena kami finish di peringkat 10. Pasca SS keenam tersebut, posisi kami berhasil naik dari peringkat ke-14 menjadi ke-12,” tambahnya.

Ujian berat pun ia rasakan ketika melahap stage keenam tersebut. Medan gurun pasir yang menanjak dan menurun, turut membuat dirinya merasakan mual. Tentu ini menjadi challenge baru bagi pereli yang akrab disapa Jeje.
“Untuk pertama kalinya saya disuguhi gurun pasir yang cukup panjang dan di situ untuk pertama kalinya saya merasakan mual saat menyetir, dengan kondisi permukaan yang naik turun terus di gurun pasir, itu ternyata membuat satu challenge tambahan dari fisik saya sendiri,” ungkapnya.
Setelah menyelesaikan separuh perjalanan rally Dakar 2026, Jeje mengungkapkan bahwa kondisi mobil yang disiapkan oleh tim Compagnie Saharienne senantiasa dalam kondisi prima. Sepanjang perjalanan, Land Cruiser 100 tidak mengalami kendala teknis yang major, sehingga ia dapat menyelesaikan setiap etape yang diberikan oleh penyelenggara. (*)








