ROCKOMOTIF, Jakarta – Ajang Abu Dhabi 6 Hours dan Abu Dhabi 24 Hours turut menyertakan pembalap asal Surabaya, Jawa Timur, Setiawan Santoso dalam ketatnya persaingan. Keikutsertaan dirinya tersebut juga dimaksudkan untuk lebih mempelajari karakter mobil balap Mercedes AMG yang ia gunakan untuk musim balap 2026.
Usai menaklukan ketatnya persaingan tersebut, pembalap Earl Bamber Motorsport (EBM), mengungkapkan ada beberapa hal yang membuatnya harus berjuang ekstra di atas lintasan Sirkuit Yas Marina, Abu Dhabi.
Meskipun hasil yang ia raih belum maksimal, namun baginya hal tersebut tidak masalah lantaran ada sejumlah hal yang menyebabkan dirinya tidak optimal. Dalam bincangnya bersama ROCKOMOTIF.COM, pria berkacamata ini menjelaskan salah satu hal yang menjadi penyebabnya adalah terkait penalti yang ia terima sehingga harus berjibaku lebih keras.

“Bicara hasil, menurut saya kurang bagus. Untuk 6 Hours Abu Dhabi, secara total mobil kita terkena penalti 3 menit karena membuat beberapa kesalahan selama balapan. Tetapi pada akhir balap tinggal tersisa mobil AMG kita saja yang berhasil menyelesaikan sesi balap. Sedangkan mobil AMG lainnya hampir semua terhenti karena mengalami kerusakan atau mengalami crash,” ungkapnya.
Tidak hanya itu, tantangan lain yang dirasakan oleh Setiawan Santoso selama race adalah adanya beban tambahan dari penyelenggara. Untuk mobil AMG ini harus tunduk pada regulasi BOP (Balance of Performance) di mana mendapat tambahan beban seberat 20 kilogram lantaran hasil kualifikasinya berada dalam tiga besar.

Dengan kondisi seperti itu, balapan pun menjadi lebih menarik karena catatan waktu yang semula begitu bersaing menjadi lebih kompetitif lantaran adanya tambahan beban tersebut.
“Tambahan berat berarti tarikan mobil menjadi lebih berat, rem juga berpengaruh makin berat kerjanya dan kampas lebih cepat habis. Ban juga lebih cepat habis di mana semua itu sangat berpengaruh untuk balap endurance. Saya tidak ingat di posisi keberapa, tapi kita seperti nya finish P22 overall dan di kelas P6 untuk Abu Dhabi 6hr Race,” kenang Setiawan.
Meskipun meraih hasil yang terbilang impresif pada Abu Dhabi 6 Hours, namun nasib berkata lain pada saat balapan Abu Dhabi 24 Hours. Melanjutkan ceritanya, Setiawan menjelaskan bahwa pada race tersebut mobilnya kembali mengalami penambahan bobot seberat 5 kilogram. Hal ini yang dirasa akhirnya perjuangan menjadi lebih besar untuk bisa bersaing dengan para rivalnya.

Di samping itu, dalam jalannya balapan ia juga sempat terkena sundulan dari mobil balap yang ada di belakangnya sehingga ia kehilangan waktu karena mobilnya spin dan harus membutuhkan waktu untuk kembali ke lintasan.
“Selain itu membuat diffuser belakang rusak dan bumper belakang sehingga mengurangi downforce untuk roda belakang. Mobil jadi tidak stabil. Tidak hanya itu, saya juga mengalami kendala lain sehingga pada Abu Dhabi 24 Hours ini kami hanya mampu menuntaskan di posisi 25 overall dan posisi ketujuh di Kelas Pro-Am,” pungkasnya. (*)








