Sistem PHEV Pada JAECOO J7 SHS-P Bikin Jarang Isi Bensin

0
JAECOO J7 SHS-P
Eksteriornya memiliki desain yang modern

ROCKOMOTIF, Jakarta – Kehadiran JAECOO J7 SHS-P di pasar otomotif Indonesia memberikan khasanah baru bagi konsumen. Tidak hanya memenuhi ekspektasi akan mobil modern, tetapi model ini juga memberikan lebih dari pengalaman berkendara yang menyenangkan.

Sederet fitur terkini yang telah disematkan, mampu menghadirkan experience yang nyaman baik untuk perjalanan dekat atau jauh sekalipun.

Hal ini bukan tanpa alasan, sebab SUV dengan kapasitas 5 seater menyuguhkan ketenangan baik di baris depan atau baris belakang. Apa hal yang paling mengesankan dari mobil ini?

Satu hal yang paling menyita perhatian dari JAECOO J7 SHS-P ini adalah teknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV).

Melalui kehadiran sistem tersebut, selama pengujian, penulis merasakan betul efisiensi dari penggunaan baterainya, sehingga dalam mobilitas harian tidak perlu mengandalkan mesin berbahan bakar besin sebagai powertrain utama.

JAECOO J7 SHS-P
Bagian belakang juga memiliki aura yang premium

Meski kapasitas baterai yang ditawarkan sebesar 18,3 kWh, tetapi besaran daya tersebut masih bisa diandalkan untuk bermobilitas harian.

Di atas kertas, saat kondisi baterai terisi penuh indikator jaraknya menunjukkan dapat menempuh jarak 105 kilometer. Namun, pada realisasinya hal tersebut tidak 100 persen, berdasarkan pengetesan jaraknya dapat menempuh hingga 80 kilometer.

Saat baterai mulai menunjukkan kapasitas 25 persen, secara otomatis JAECOO J7 SHS-P ini akan mengubah sistem powertrain ke HEV, tidak lagi mengandalkan EV. Kendati demikian, pada beberapa kondisi seperti kemacetan, baterai masih menjadi sumber daya utama.

Sementara dari dukungan mesin konvensionalnya mengandalkan generasi kelima dengan kubikasi 1.5 liter dengan dukungan DHE (Dedicated Hybrid Engine). Besaran tenaganya, dari mesin ini mampu menghasilkan power 140 hp.

Sedangkan dari motor listriknya, tenaga yang dihasilkan lebih besar yakni 201 hp. Dengan kemampuan tersebut, model ini diklaim mampu berakselerasi dari posisi diam hingga 100 kpj hanya dalam waktu 7,3 detik.

JAECOO J7 SHS-P
Salah satu keunggulannya ada di balik kap mesin ini

Untuk gaya mengemudinya, tersedia tiga pilihan yakni Eco, Normal dan Sport. Masing-masing mode berkendara JAECOO J7 SHS-P ini menawarkan sensasi yang berbeda. Terlebih penggunaan mode Sport, tenaga yang diproduksi langsung memberikan hentakan yang maksimum. RPM pun langsung stand by di posisi tinggi, sehingga untuk bermanuver tidak membutuhkan usaha yang berlebih.

Kendati mode Sport begitu mengintimidasi, namun untuk mode Eco dan Normal juga masih bisa diandalkan. Meski harus melintasi jalan yang menanjak, kedua mode ini mampu menghasilkan traksi yang sangat baik sehingga tidak perlu mengerahkan tenaga yang besar.

Menariknya, ketika peralihan dari EV ke HEV, regeneratif braking yang mengubah energi panas menjadi pengisian daya, turut membuat pengguna JAECOO J7 SHS-P ini tidak perlu rajin-rajin ke SPBU untuk mengisi bahan bakar.

Pada saat pengujian, penulis merasakan teknologi tersebut di mana kondisi baterai yang semula 17 persen bisa bertambah dan naik menjadi 27 persen sehingga bisa kembali berkendara dengan mengandalkan sistem motor listrik.

Sebagai informasi tambahan, SUV ini ditawarkan kepada konsumen dengan harga Rp 499,9 juta. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here