ROCKOMOTIF, Jakarta – Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) memasang target penjualan mobil nasional sebesar 850.000 unit sepanjang tahun 2026, mencerminkan optimisme industri otomotif Tanah Air meskipun pasar masih menghadapi sejumlah tantangan.
Target ini diputuskan melalui diskusi internal antara para pelaku industri dan dipandang sebagai angka yang realistis untuk mendorong pertumbuhan penjualan setelah tren penjualan mobil pada tahun sebelumnya menunjukkan penurunan.
Penetapan target 850.000 unit mobil untuk tahun 2026 tidak hanya menjadi tolok ukur kinerja industri, tetapi juga menjadi acuan bagi agen pemegang merek (APM), dealer, dan lembaga pembiayaan dalam menyusun strategi penjualan dan produksi.
Meskipun angka ini belum mencapai 1 juta unit, target tersebut sedikit lebih tinggi dari realisasi penjualan mobil pada tahun 2025 yang berada di kisaran 803.687 unit (wholesale) dan 833.692 unit (retail sales), mencerminkan harapan pasar akan pemulihan permintaan kendaraan baru di Indonesia.
Baca juga: Penjualan Mobil Juli 2025 Naik Tipis, Gaikindo Bilang Dampak GIIAS Terlihat di Agustus
Sekretaris Umum Gaikindo, Kukuh Kumara, menyatakan bahwa target 850 ribu unit masih bersifat fleksibel dan dapat disesuaikan berdasarkan dinamika pasar otomotif serta kebijakan pemerintah yang mungkin direvisi sepanjang tahun.
Dukungan kebijakan fiskal, insentif untuk kendaraan ramah lingkungan, dan momentum seperti hari raya atau pameran otomotif besar diperkirakan akan menjadi faktor penting dalam membantu pencapaian target tersebut.
Selain itu, Gaikindo juga memperhatikan tren permintaan kendaraan berteknologi elektrik seperti HEV, PHEV, dan BEV, yang menunjukkan pertumbuhan meskipun pasar secara keseluruhan belum pulih sepenuhnya.
Dengan fokus strategi yang tepat dan adaptasi terhadap perubahan preferensi konsumen, industri otomotif Indonesia berharap dapat melewati tahun 2026 dengan pertumbuhan yang lebih stabil dan berkelanjutan.








