Impor 105 Ribu Mobil Pikap India Bakal Ditunda

0
impor pikap tata india
ads top

ROCKOMOTIF, Jakarta – Rencana impor 105.000 unit mobil pikap dari India untuk mendukung operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih kembali menjadi sorotan publik dan pembuat kebijakan di Indonesia.

Awalnya proyek ini digagas oleh PT Agrinas Pangan Nusantara dengan tujuan menyediakan armada kendaraan niaga besar bagi program koperasi desa di seluruh Tanah Air.

Kendaraan tersebut direncanakan diimpor dari dua produsen India, yaitu Mahindra dan Tata Motors, dengan total nilai kontrak mencapai sekitar Rp 24,66 triliun.

Namun, rencana besar ini kini akan ditunda sementara waktu setelah mendapat saran kuat dari pihak legislatif. Sufmi Dasco Ahmad, Wakil Ketua DPR RI, meminta agar pemerintah menunda realisasi impor hingga Presiden Prabowo Subianto kembali dari kunjungan kerja luar negeri.

Baca juga: GAIKINDO Ungkap Kondisi Otomotif di Balik Impor Kendaraan Komersial

Menurut Dasco, keputusan strategis yang berdampak pada industri otomotif nasional dan anggaran negara perlu dibahas lebih mendalam oleh kepala negara sebelum dilanjutkan.

Permintaan penundaan itu muncul bersamaan dengan kritik dari berbagai pihak bahwa impor kendaraan dalam jumlah besar bisa menekan perkembangan industri otomotif domestik.

Bahkan, Kadin Indonesia mendorong agar pemerintah mempertimbangkan kembali kebijakan ini demi membuka peluang bagi pabrikan lokal yang sebenarnya mampu memenuhi kebutuhan pikap secara domestik.

Selain itu, sejumlah kelompok seperti Himpunan Pengusaha Muda Indonesia juga menyuarakan agar impor tersebut dibatalkan dan diganti dengan produksi lokal, guna mendukung industri manufaktur nasional dan membuka lapangan kerja dalam negeri.

Baca juga: Pickup Tata Super Ace Menggeliat di Jawa Timur

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pun mengingatkan bahwa seluruh proses pengadaan harus benar-benar taat prosedur untuk mengurangi potensi penyimpangan.

Dengan penundaan ini, Pemerintah dan DPR diharapkan bisa mengevaluasi implikasi anggaran, kesiapan industri otomotif dalam negeri, dan dampak ekonomi yang lebih luas sebelum mengambil keputusan final soal impor mobil pikap untuk Koperasi Desa Merah Putih.

bottom rock ads

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here