Insentif EV Dihapus Pemerintah Jadi Topik Diskusi ICMS 2026

0
ICMS gelar diskusi dengan tema Insentif EV Dihapus Pemerintah
ads top

ROCKOMOTIF, Jakarta – Di sela-sela gelaran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026, Indonesia Center of Mobility Studies (ICMS) kembali menggelar diskusi dengan tema insentif EV dihapus pemerintah.

Adapun pemilihan tema tersebut didasari atas anomali yang terjadi pada industri otomotif sepanjang tahun 2025. Meski secara angka total mengalami penurunan, namun untuk segmen kendaraan listrik justru mengalami peningkatan.

Hal ini tentu menjadi menarik karena pada tahun 2026 insentif EV dihapus dan ini menjadi pertanyaan besar bagi beberapa kalangan. Sehingga dengan adanya dialog industri otomotif tersebut, diharapkan dapat memberikan kontribusi terkait dinamika yang terjadi.

“Melalui forum ini, kami berharap dapat terus berkontribusi terhadap perkembangan industri otomotif nasional, meningkatkan pemahaman masyarakat luas mengenai perkembangan teknologi dan manfaatnya bagi kehidupan, serta mendorong perumusan arah kebijakan yang relevan bagi industri dan selaras dengan visi jangka panjang pemerintah,” ujar Munawar Chalil, Ketua Umum ICMS.

Sepanjang 2025, sebelum insentif EV dihapus, pasar kendaraan listrik nasional meningkat sekitar 70 persen menjadi 175 ribu unit.

Lonjakan paling signifikan terjadi pada segmen Battery Electric Vehicle (BEV) yang meningkat dari 43 ribu unit pada 2024 menjadi 104 ribu unit pada 2025 atau tumbuh sebesar 141 persen.

Pertumbuhan ini menjadi sinyal kuat bahwa kebijakan pemerintah dalam mengakselerasi transisi menuju elektrifikasi kendaraan melalui berbagai insentif fiskal telah berhasil mendorong adopsi pasar secara nyata.

Selain isu kendaraan listrik, diskusi turut menyoroti pentingnya kebijakan yang mendukung perkembangan kendaraan niaga.

Kendaraan niaga memiliki peran fundamental sebagai tulang punggung logistik nasional, terutama dalam mendukung distribusi barang dan pemerataan ekonomi di seluruh wilayah Indonesia. Penguatan sektor kendaraan niaga dinilai penting untuk menjaga efisiensi rantai pasok dan memperkuat daya saing ekonomi nasional.

Dialog ini diharapkan menghasilkan pertukaran gagasan yang konstruktif antara pelaku industri, pengamat ekonomi, dan media mengenai arah kebijakan otomotif Indonesia ke depan.

Diskusi juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas pemangku kepentingan dalam mendukung target jangka menengah pemerintah untuk mencapai 600.000 kendaraan listrik pada tahun 2030 serta target Net Zero Emission pada tahun 2060.

ICMS menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif mendorong masa depan industri otomotif Indonesia melalui ruang dialog yang terbuka dan berkelanjutan.

Sebagai lembaga yang netral, inklusif, independen, dan tidak berafiliasi dengan pihak manapun, ICMS berkomitmen menjadi platform pertukaran pemikiran yang objektif bagi seluruh pemangku kepentingan dalam merumuskan kebijakan dan strategi industri otomotif nasional. (*)

bottom rock ads

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here