ROCKOMOTIF, Jakarta – Isuzu Indonesia berhasil mengarungi tahun 2025 dengan kinerja solid di tengah tekanan pasar kendaraan komersial niaga nasional melalui strategi ciamik yang tepat sasaran.
Ada sejumlah hal yang menjadi fokus dari perusahaan sepanjang tahun lalu, di mana secara keseluruhan terfokus pada pelayanan konsumen dalam menopang bisnis yang mereka jalankan.
“Namun dengan strategi yang disiplin dan fokus pada kebutuhan pelanggan, Isuzu Indonesia tidak hanya mampu bertahan tetapi juga menjaga performa bisnis tetap solid. Market share di tahun 2025 yang mencapai 29% menjadi bukti kepercayaan pelanggan terhadap Isuzu sebagai ‘Real Partner, Real Journey' yang menguntungkan bisnis pelanggan,” ujar President Director PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI), Masayasu Hideshima.
Pertumbuhan bisnis PT IAMI juga ditunjukan melalui layanan Unit in Operation (UIO) yang terus meningkat setiap tahunnya. Peningkatan ini diimbangi dengan kebutuhan akan dukungan purna jual, sekaligus menjadi peluang meningkatkan kualitas pelayanan agar lebih mudah dijangkau pelanggan.
Strategi layanan purna jual yang berpusat kepada kebutuhan pelanggan ditunjukan
melalui penambahan armada Bengkel Isuzu Berjalan (BIB) sedari 156 unit menjadi
162 unit yang siap menghampiri konsumen di berbagai lokasi.
Kemudian pertumbuhan Bengkel Mitra Isuzu (BMI) dengan terstandarisasi oleh Isuzu Indonesia dari 165 unit menjadi 175 unit, serta dukungan penuh jaringan part shop meningkat menjadi 2.097 titik pada 2025 dari 1.930 pada 2024.
Capaian pangsa pasar kendaraan niaga sebesar 29,0% menjadi bukti bukti konkret
resiliensi Isuzu di tengah persaingan yang semakin sengit dan tantangan sepanjang
tahun.
Performa yang ditampilkan tahun lalu tidak terlepas dari kendaraan-kendaraan yang ditawarkan sesuai dengan kebutuhan pelanggan, mulai dari Isuzu TRAGA yang menunjukan performa yang luar biasa bagi bisnis PT IAMI dengan berkontribusi sebesar 47,5% dari total penjualan, kemudian disusul oleh Isuzu ELF sebesar 23,7% dan Isuzu GIGA mencapai 18,2%.
Dukungan penuh layanan purna jual Isuzu Indonesia membuat revenue penjualan suku
cadang tumbuh 4,6% dibandingkan tahun sebelumnya dan terus meningkat selama
5 tahun terakhir. Selain itu, dengan fasilitas yang terletak di Karawang Plant sebagai basis produksi menunjukan ekspor lebih dari 8.000 unit kendaraan ke 25 negara di berbagai
kawasan, termasuk Amerika Latin, Asia Tenggara, hingga Asia Selatan.
PT IAMI juga akan tetap mempertahankan strategi berdasarkan Customer Centric
Value dengan meningkatkan pemahaman sekaligus relasi kepada pelanggan Isuzu,
melalui peningkatan operasional dan pelayanan dealer sampai menyediakan
program-program pendukung yang sesuai dengan setiap kebutuhan pelanggan.
Selain itu PT IAMI, lanjut Hideshima, juga mengedepankan Solution Driven Success
Value dengan menekankan pentingnya uptime dan implementasi teknologi elematics
Isuzu Link agar pelanggan mendapatkan pelayanan terbaik setiap saat. (*)








