ROCKOMOTIF, Jakarta – Sepanjang Januari 2026, penjualan BYD mengalami kemerosotan yang begitu dalam. Semula menjadi pabrikan otomotif yang menguasai penjualan di Tiongkok, kini posisi tersebut harus bergeser dan terlempar dari peringkat tiga besar sebagai mobil listrik terlaris.
Mengacu pada data yang dirilis Carnewschina, kini posisi teratas tersebut ditempati oleh Geely Geome Xingyuan atau yang lebih akrab sebagai EX2 untuk pasar otomotif Indonesia. Model ini berhasil mengantoni penjualan sebesar 29.007 unit pada Januari 2026
Penjualan BYD yang semula mengandalkan model Dolphin dan Seagull atau Atto 1 di Indonesia, terpaksa harus turun peringkat. Sebagai gantinya, SAIC Motor yang membawahi brand MG berhasil berada di peringkat kedua dengan perolehan 10.007 unit.
Sementara untuk peringkat ketiga dipegang oleh Wuling Hongguang Mini EV dengan perolehan 7.133 unit serta peringkat keempat ditempati oleh Wuling Bingo S dengan membukukan angka 6.077 unit.
Adapun di peringkat kelima dan keenam baru ditempati oleh Dolphin dan Seagull dengan perolehan masing-masing 5.699 unit dan 5.329 unit. Sedangkan di posisi ketujuh menempatkan Arcfox T1 dengan perolehan 4.239 unit. Pada peringkat delapan hingga sepuluh mobil listrik yang masuk terlaris sepanjang Januari 2026 adalah Firefly sebanyak 2.737 unit, Wuling Binguo 2.620 unit dan ditutup oleh AION UT dengan perolehan 2.200 unit.
Menariknya, di balik penjualan BYD yang turun, justru brand MG berhasil naik signifikan. Pada Desember 2025, mereka berada di peringkat keenam dan kini berada di posisi kedua terlaris. Meskipun mengalami penurunan sebesar 29 persen, tetapi pada awal tahun 2026 brand ini mampu bangkit dan mengungguli pesaingnya.
Tidak hanya MG, pemimpin mobil listrik terlaris Geely juga turut mengalami penurunan. Dibandingkan pada Desember 2025, pada awal tahun ini mereka mengalami penurunan sebesar 19 persen. Akan tetapi, hal tersebut tidak memengaruhi performa penjualan dan Geely berada di peringkat terlaris pada Januari 2026. (*)








