ROCKOMOTIF, Jakarta – Pembalap Indonesia Glenn Nirwan, sukses menuntaskan laga perdana Monochrome GT4 Australia 2026, Minggu (29/03), di Philliph Island Circuit, Australia, dengan menempati peringkat kelima.
Pencapaian tersebut berhasil ia torehkan berkat kerjasama yang solid bersama Tufflift Racing TSM, serta kolaborasi apik bersama Zac Soutar, rekan satu timnya.
Usai melakoni balapan, Glenn Nirwan yang menggeber McLaren Artura GT4, menjelaskan bahwa hasil yang ia raih ini sudah sangat baik, meskipun masih ada penyesuaian di sejumlah sektor.
“Hasilnya lumayan, Alhamdulillah. Memang belum maksimal. Tapi melihat dari pacenya, Alhamdulillah kita dapet fastest saat saya driving. Di kelas amateur, secara overall kita dapet fastest di waktunya 1 menit 36.3, sebagai fastest of the week,” jelasnya.
Meski putera Roy Nirwan ini mencatat waktu tercepat pada pekan tersebut, namun dirinya juga harus lebih beradaptasi pada cuaca. Pasalnya, dalam sesi kualifikasi cuaca berubah menjadi hujan dan ini diakui oleh Glenn sebagai pembelajaran baru.

“Trendnya sih positif, cuma sayang pada waktu kualifikasi kita dapetnya hujan dan kita belum ada latihan hujan sama sekali di balapan di Phillip Island. Tapi ya positif lah karena kita startnya dari posisi ke 8 di hari pertama, finishnya ke 5. Di hari kedua juga start dari nomor 9 di hari kedua, finishnya juga di posisi 5,” sambungnya.
Adapun hasil selama dua kali balapan dan berhasil berada di peringkat kelima, ini menjadi sesuatu yang sangat positif, mengingat pada tahun lalu ia harus pasrah lantaran gagal menuntaskan balapan.
“Di tahun lalu kita DNF, di tahun ini kita P5, Alhamdulillah lah. Ya tadi di Phillip Island ada 34 totalnya sebenarnya, 34 pembalap, which is naik sekitar 5 pembalap dari tahun lalu, di kelas kita juga bertambah,” ungkap Glenn.
Ia pun merasa pada balapan Australia GT4 2026 ini persaingan semakin sengit. Sebab, lebih dari 30 racer dari berbagai kategori driver ikut serta dalam pertarungan. Kendati demikian, adik kandung pereli Ryan Nirwan merasa hal tersebut menjadi pemantik untuk bisa tampil lebih kompetitif.
Dengan bertambahnya jumlah pembalap tersebut, ia menilai bahwa nilai kompetisi akan semakin sengit dan tentunya level persaingan juga lebih seru dibandingkan tahun lalu.

“Jadi makanya kelasnya rame banget, memang kans untuk menangnya semakin sulit, tapi hasil dari latihan kita memang menunjukkan trend yang positif, baik buat gue pribadi maupun buat Zac, terus juga sekarang kita ketambahan 3 mobil baru di tim, ada 2 Mercedes, 1 McLaren juga, yang artinya kita bisa sharing data lah, jadi alhamdulillah tahun ini semakin solid,” tukasnya.
Di samping itu, tahun ini juga Tufflift Racing TSM kedatangan dua personil baru dalam hal pengembangan mobil sehingga diharapkan dengan penambahan tersebut dapat memberikan strategi yang lebih ciamik.
Tim kita juga ketambahan 1 mekanik baru dari Malaysia, ada Alvin namanya yang ikut membantu kita di seri ini. Kita juga ketambahan 1 enginers baru, dia mantan engineers V8 supercar, mantan engineers DTM, BTCC, namanya Ludo Lacroix. Dia engineers yang sangat berpengalaman, yang cukup membantu juga, cuman mungkin komunikasi kita masih sedikit terhambat mungkin, tapi ya trendnya positif lah, so far so good,” tutup Glenn. (*)








