ROCKOMOTIF, Jakarta – Kolaborasi strategis antara Chery dan Jaguar Land Rover resmi menghidupkan kembali nama Freelander sebagai merek baru kendaraan energi baru (NEV). Brand legendaris ini kini hadir dengan fokus pada pengembangan mobil listrik dan hybrid untuk pasar global.
Peluncuran Freelander generasi terbaru ditandai dengan debut model konsep SUV yang mengusung desain modern dan futuristis. Berbeda dari sebelumnya, Freelander tidak lagi berada langsung di bawah lini Land Rover, melainkan berdiri sebagai merek independen dalam naungan perusahaan patungan Chery Jaguar Land Rover.
Freelander akan menjadi brand baru yang fokus pada kendaraan elektrifikasi dengan pendekatan global. Dalam kerja sama ini, Chery bertanggung jawab pada pengembangan platform dan teknologi, sementara Jaguar Land Rover menangani desain serta karakter produk.

Model pertama Freelander akan dibangun menggunakan platform E0X milik Chery, sebuah arsitektur modular yang dirancang khusus untuk kendaraan elektrifikasi. Platform ini mendukung berbagai jenis powertrain, mulai dari battery electric vehicle (BEV), plug-in hybrid (PHEV), hingga range-extended EV.
Baca juga: Tiggo Cross CSH Terbakar, Begini Tanggapan Chery Indonesia
Secara tampilan, SUV konsep Freelander tetap mempertahankan DNA tangguh khas model sebelumnya, namun kini dipadukan dengan garis desain tegas dan sentuhan masa depan yang sesuai dengan tren kendaraan listrik. Hal ini diharapkan mampu menarik minat konsumen global yang semakin beralih ke mobil ramah lingkungan.
Untuk tahap awal, Freelander akan diluncurkan di pasar Tiongkok sebelum merambah ke wilayah lain seperti Timur Tengah dan pasar internasional lainnya. Strategi ini menjadi langkah penting kedua perusahaan dalam memperkuat posisi di segmen kendaraan listrik yang terus berkembang pesat.
Dengan kombinasi teknologi canggih dari Chery dan pengalaman desain premium dari Jaguar Land Rover, Freelander diproyeksikan menjadi pemain baru yang kompetitif di pasar SUV elektrifikasi global.








