Tiga Kali Ditilang, Polisi Akan Cabut Izin Memiliki SIM

0
tilang pemotor casablanca
Pemotor yang ditilang di jalan layang non-tol Casablanca

ROCKOMOTIF, Jakarta – Korlantas Polri menerbitkan Peraturan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Perpol) No.5/2021 tentang penerbitan dan penandaan SIM pelanggar lalu lintas akan ditandai dengan sistem poin. Jika pelanggar telah mencapai akumulasi 18 poin, maka izin SIM bisa dicabut.

Menurut Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo, pihaknya saat ini masih menunggu keputusan dari Korlantas terkait kapan mulai diberlakukannya penandaan SIM tersebut.

“Tentunya kami sangat mendukung adanya peraturan terkait penandaan SIM dengan sistem poin ini. Penandaan SIM dengan poin tilang ini dapat meningkatkan kedisiplinan masyarakat dalam berkendara,” jelas Sambodo di Jakarta belum lama ini.

Baca juga: Penerapan Tilang Elektronik Nasional Tahap 2 Dimulai Juni 2021

Sambodo menjelaskan, dengan adanya penandaan SIM, itu orang akan semakin berhati-hati dalam berkendara, karena hanya memiliki tiga kali kesempatan saja dan SIM-nya langsung dicabut.

“Penandaan SIM dengan poin tilang ini merupakan sebuah kemajuan dalam penegakan hukum di bidang lalu lintas. Dengan adanya penandaan SIM ini, pengemudi akan lebih berhati-hati dalam berkendara di jalan,” tutur Sambodo.

Apalagi menurut dia, adanya sanksi pencabutan SIM atas pelanggaran berkali-kali dinilai dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam tertib berlalu lintas.

“Ketika SIM sudah ditandai orang kan berhati-hati pelanggaran pertama, pelanggaran kedua, pelanggaran ketiga mungkin pelanggaran keempat sudah bisa dicabut SIM-nya. Sehingga orang akan berhati-hati kalau sekarang kan melanggar berkali-kali kan agak sulit,” tutup Sambodo. (ana)

LEAVE A REPLY