ROCKOMOTIF, Jakarta – Penjualan mobil di Indonesia pada Maret 2026 mengalami penurunan signifikan dibandingkan bulan sebelumnya. Berdasarkan data Gaikindo, distribusi wholesales atau dari pabrik ke dealer tercatat hanya 61.271 unit, turun hingga 24,6 persen dari Februari 2026 yang mencapai 81.250 unit. Penurunan ini menjadi sinyal melemahnya pasar otomotif nasional dalam jangka pendek.
Kondisi serupa juga terjadi pada penjualan retail atau dari dealer ke konsumen. Sepanjang Maret 2026, angka retail sales tercatat 66.637 unit, atau turun 14,8 persen dibanding Februari yang mencapai 78.238 unit.
Tren ini menunjukkan adanya perlambatan daya beli masyarakat, sekaligus faktor musiman yang turut memengaruhi permintaan kendaraan.
Baca juga: Penjualan Global Chery Naik 41,5% Februari 2026, Tembus 6 Juta Unit Ekspor
Meski secara bulanan mengalami penurunan, kinerja pasar otomotif secara kumulatif pada kuartal pertama 2026 masih menunjukkan pertumbuhan positif.
Total wholesales dari Januari hingga Maret 2026 mencapai 209.021 unit, naik 1,7 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 205.539 unit. Sementara itu, retail sales juga tumbuh tipis 0,5 persen menjadi 211.905 unit.
Dari sisi merek, Toyota masih mendominasi pasar wholesales dengan penjualan 17.984 unit. Posisi kedua ditempati Daihatsu dengan 8.916 unit, diikuti Mitsubishi Motors sebanyak 5.190 unit, Suzuki 4.552 unit, dan Honda 4.129 unit.
Baca juga: Changan Siapkan 3 Mobil Baru di Indonesia Sepanjang 2026
Pada sisi retail, dinamika menarik terjadi dengan masuknya BYD ke dalam lima besar, menggeser Honda. Toyota tetap memimpin dengan 19.538 unit, diikuti Daihatsu 11.115 unit, Mitsubishi Motors 5.311 unit, Suzuki 4.490 unit, dan BYD dengan 4.153 unit.
Penurunan penjualan pada Maret ini menjadi catatan penting bagi industri otomotif Indonesia. Meski demikian, pertumbuhan kumulatif kuartal pertama menunjukkan pasar masih memiliki potensi untuk kembali stabil seiring membaiknya kondisi ekonomi dan meningkatnya kebutuhan mobilitas masyarakat.








