Satu Lagi Raksasa Otomotif Jerman Mau Dicaplok Pabrikan Tiongkok

0
daimler mau dibeli oleh geely
Daimler mau dicaplok Geely (foto/theculturemastery)
suzukiertigahybrid

ROCKOMOTIF, Jakarta – Penetrasi Tiongkok di industri otomotif dunia tampaknya semakin agresif, beredar kabar jika salah satu pabrikan Jerman akan dicaplok oleh pabrikan Negeri Tirai Bambu ini. Mereka sepertinya mau menjadi penguasa industri otomotif dengan membeli saham pabrikan asal Eropa, terutama yang sedang dilanda krisis.

Baru-baru ini dikabarkan jika Geely berencana untuk menjadi pemegang saham terbesar Daimler. Dengan menguasai Daimler, Geely akan menyedot informasi dari raksasa otomotif Jerman ini terutama tentang teknologi mobil listrik.

Ini memang bukan berita baru, karena Daimler sudah pernah menolak keinginan Geely ini. Geely ingin menambah jumlah saham mereka di Daimler sebanyak 5 persen saat ada diskon saham pada akhir November silam.

Baca Juga: Strategi Lomba Irit Mobilio Berhasil, Sekarang BR-V Yang Tiarap

Daimler mempersilahkan Geely untuk membeli saham di bursa terbuka saja. Dan ternyata sekarang itu yang dilakukan oleh Geely.

Bikin Mobil Listrik di Wuhan

Pemegang saham terbesar Daimler saat ini adalah Kuwait Investment Authority, dengan 6,8 persen. Jika laporan ini akurat, maka Geely akan mengalahkan angka ini. Pemegang saham kedua terbesar Daimler adalah BlackRock dengan 6 persen.

Menurut laporan Automotive News, Geely sangat bersikeras untuk mendapatkan teknologi mobil listrik Daimler, terutama soal teknologi baterai. Geely juga berkeinginan untuk membuat mobil listrik bersama dengan Daimler di Wuhan, China.

Saat ini Geely sudah menguasai saham milik Volvo dan Lotus, sementara Daimler memiliki kongsi dengan perusahaan China seperti BAIC Motor Corp dan BYD.

Baca Juga: NGK Indonesia Belum Mau Melirik Wuling Motors

Masih kurang juga ilmu dari Volvo sama Lotus, Geely? Makin ngerih nih pergerakan pabrikan Tiongkok. Bisa-bisa mereka menjadi pemilik saham semua pabrian Eropa di masa depan nih.

suzukiertigahybrid

LEAVE A REPLY