Royal Enfield Himalayan, Dua Tahun Yang Penuh Janji-Janji

0
royal enfield himalayan

ROCKOMTIF, Jakarta – Kehadiran Royal Enfield Classic 500 Stealth Black dan Classic 350 Gunmetal Grey praktis memperpanjang daftar produk motor asal India di Tanah Air. Melalui distributor resminya di Indonesia, PT Distributor Motor Indonesia (DMI), berkomitmen bakal terus memperluas portofolionya kepada konsumen.

Langkah ini juga akan terus dilakoninya seiring ‘hajat’ PT DMI untuk mendatangkan lagi beragam produk baru ke hadapan pecinta Royal Enfield di Indonesia. Mungkin salah satu yang dijadwalkan hadir adalah model yang sudah pernah hadir di GIIAS 2016 lalu.

Adalah Royal Enfield Himalayan yang telah memulai debutnya di Tanah Air, Agustus 2016 silam. Model yang khas dengan genre adventure ini resmi melenggang di India pada 2 Februari 2016.

Memang saat awal perkenalannya di Indonesia, motor ini hanya dipajang untuk memancing animo konsumen. Dan pihak PT DMI melalui Managing Director-nya, Ade Sulistioputra pun berjanji bakal memboyongnya tahun depan. Yup, di tahun 2017.

Menurutnya, berbekal mesin berkubikasi menengah yakni mesin SOHC 410 cc diklaim bakal diminati banyak konsumen di Tanah Air.

Seiring berjalannya tahun 2017, janji tersebut pun bak hilang ditelan bumi. Tak ada lagi sekelumit kisah Himalayan untuk segera tampil meramaikan pasar motor petualang di Indonesia.

Baca Juga: Tidak Ada Produk Baru, Yang Lama Pun Diakalin Biar Kaya Baru

“Kami telah mengusahakan sekuat tenaga untuk bisa mendatangkan Himalayan tahun ini. Tapi lagi-lagi kami masih terkendala dengan proses pengiriman dari India ke Tanah Air,” klaim Ade disela-sela perayaan dua tahun Royal Enfield di Indonesia, akhir pekan lalu.

Toh Ade mengakui bahwa sejatinya motor ini masih terbilang produk baru secara global. Dan, lanjutnya, motor ini harus benar-benar di ujicoba terlebih dulu apakah sesuai dengan selera konsumen di sini atau tidak.

Tidak ‘ngoyo’ bisa jadi kiasan yang pantas disandingkan untuk ungkapan Ade tersebut. Itulah kenapa PT DMI lebih memilih untuk melakukan secara pelan-pelan untuk menggelontorkan produk baru.

“Untuk Himalayan, jujur, tidak ada hambatan berarti. Kami tinggal mencari yang tepat guna meluncurkan motor ini ke Indonesia. Lagipula, Royal Enfield masih tergolong baru loh! Jadi untuk apa juga kami harus ngoyo mengeluarkan model baru. Toh, produk-produk yang ada sekarang ini saja masih belum banyak dilirik,” ujarnya menegaskan.

Proses Homologasi

Lain Ade, lain juga dengan komentar yang dilontarkan Irvino Edwardly, Country Manager Royal Enfield Indonesia. Menurutnya, motor ini masih dalam tahap proses homologasi.

Bila melihat kondisi tersebut, dapat dikatakan bahwa motor ini sejatinya sudah ada di Indonesia. Namun pihak PT DMI masih ‘menyembunyikan’ rapat-rapat di mana keberadaannya saat ini.

Homologasi itu sendiri merupakan sebuah proses yang harus dijalani sebuah kendaraan baru agar bisa melenggang resmi di suatu negara. Termasuk Indonesia. Proses tersebut diperlukan agar kendaraan mendapatkan ijin dan sertifikat agar bisa dijual ke konsumen.

“Kami berharap Himalayan dapat hadir di Indonesia untuk memperluas jajaran produk yang sudah ada. Tapi kondisinya saat ini, Himalayan masih proses homoligasi. Kami sih berharap dalam waktu dekat bisa diluncurkan,” jelas Vino lebih lanjut.

Meski begitu, Vino belum bisa memastikan apakah motor ini bisa hadir di pasar Indonesia tahun ini. Lagi-lagi, beberapa kendala masih harus dihadapi PT DMI.

“Mohon maaf kami tidak dapat menyebutkan kendala-kendala tersebut. Yah, balik lagi itu ngga bisa kita proyeksikan karena berhubungan dengan homologasi proses. Kita harapkan secepatnya bisa hadir,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY