ROCKOMOTIF, Jakarta – Perkembangan industri otomotif global terus bergerak cepat, terutama pada sektor mesin kendaraan yang kini menuntut efisiensi tinggi, performa optimal, serta emisi yang lebih rendah.
Perubahan ini mendorong produsen pelumas seperti Motul untuk terus berinovasi, menghadirkan oli mesin modern yang mampu beradaptasi dengan teknologi terkini, termasuk tren downsizing, turbocharging, hingga elektrifikasi.
Managing Director PT Motul Indonesia, Welmart Purba, menyampaikan bahwa kompleksitas teknologi mesin kendaraan saat ini menuntut pelumas dengan standar performa yang semakin tinggi.
Baca juga: Pelumas Motul Hadirkan Promo Menarik di IIMS 2026, Apa Saja?
Sebagai merek pelumas global, Motul berkomitmen untuk terus mengembangkan produk yang relevan dengan kebutuhan mesin modern, tanpa mengesampingkan kualitas yang telah terbukti di tingkat internasional.

Menurut Welmart, evolusi teknologi mesin seperti penggunaan turbocharger, desain mesin kompak, serta risiko Low Speed Pre-Ignition (LSPI) pada mesin bensin modern menjadi tantangan tersendiri bagi pelumas.
Oleh karena itu, hadirnya standar API SQ dinilai sebagai jawaban atas kebutuhan mesin generasi terbaru yang bekerja pada tekanan tinggi namun tetap mengutamakan efisiensi.
“Standar performa pelumas harus terus berevolusi seiring perkembangan teknologi mesin. API SQ hadir untuk memberikan perlindungan optimal bagi mesin modern yang semakin kompleks,” ujar Welmart saat ditemui di arena IIMS 2026, Jakarta, Jumat (6/2/2026).
Baca juga: Bedah Keunggulan MGS5 EV yang Ada di IIMS 2026
Lebih lanjut, Welmart menjelaskan bahwa lini Passenger Car Motor Oil (PCMO) Motul dirancang dengan pilihan viskositas yang lengkap agar kompatibel dengan berbagai teknologi mesin terbaru.
Saat ini, mesin kendaraan tidak lagi hanya mengejar tenaga besar, tetapi juga menuntut efisiensi bahan bakar serta emisi yang lebih ramah lingkungan.
“Peran oli mesin kini jauh lebih krusial. Tidak hanya melindungi komponen, tetapi juga mendukung performa, efisiensi, dan keandalan jangka panjang kendaraan,” jelasnya.
Kebutuhan tersebut semakin terasa pada kendaraan hybrid dan elektrifikasi, yang menuntut respons mesin cepat dengan tingkat gesekan minimal. Desain mesin yang semakin ringkas membuat pelumas harus mampu menjangkau ruang-ruang sempit sekaligus tetap stabil di suhu dan tekanan tinggi.
Baca juga: Pelumas Motul Antarkan Jejelogy Finish di Rally Dakar 2026
“Oli modern harus menjadi enabler performa. Bukan hanya proteksi, tapi juga mendukung evolusi teknologi mesin, termasuk hybrid yang kini semakin banyak digunakan,” tambah Welmart.
Adapun lini PCMO Motul yang telah mendapatkan peningkatan teknologi meliputi Multigrade Plus, Multipower Plus, H-Tech 100 Plus, NGEN Hybrid, hingga Motul 300V. Kehadiran produk-produk ini menegaskan kesiapan Motul dalam mengikuti arah perkembangan industri otomotif ke depan.
Saat ini, lini oli mesin PCMO terbaru Motul sudah tersedia di pasar Indonesia dan akan terus diperluas guna memenuhi kebutuhan konsumen yang semakin beragam, seiring meningkatnya penggunaan kendaraan modern dan elektrifikasi.








