Masuki Tahap Akhir, Kapan Pabrik BYD di Indonesia Mulai Produksi Lokal?

0
pabrik byd subang
ads top

ROCKOMOTIF, Jakarta – Pembangunan pabrik mobil listrik BYD di Indonesia terus menunjukkan perkembangan signifikan. Fasilitas manufaktur yang berlokasi di Subang, Jawa Barat, kini telah memasuki tahap persiapan akhir sebelum memulai proses produksi kendaraan listrik secara lokal.

Pabrik ini menjadi bagian penting dari strategi ekspansi global BYD sekaligus langkah memperkuat ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Jika tidak ada kendala, fasilitas tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada akhir kuartal pertama 2026.

Dengan proses integrasi yang sudah memasuki tahap akhir, pabrik BYD di Subang disebut hanya tinggal menunggu penyelesaian uji coba peralatan sebelum resmi memulai produksi kendaraan listrik di Indonesia.

Baca juga: BYD Siapkan Peluncuran SUV Premium Denza B5, Z9 GT Dipastikan Masuk Tahun Ini

Head of Public and Government Relations BYD Motor Indonesia, Luther T. Panjaitan, menyampaikan bahwa pembangunan pabrik tersebut berjalan sesuai rencana. Ia menjelaskan bahwa saat ini proses pembangunan pabrik telah memasuki tahap integrasi sekaligus uji coba akhir dari seluruh peralatan manufaktur yang sudah terpasang.

“Di tahap integrasi ini dilakukan proses percobaan serta final trial dari berbagai equipment yang sudah kami pasang di fasilitas pabrik tersebut. Waktu pelaksanaannya tentu sangat bergantung pada proses yang berjalan, namun ini merupakan tahap akhir. Tidak lama lagi kami akan mulai menjalankan proses produksi,” ujar Luther.

Ia menambahkan bahwa sejumlah persyaratan utama untuk memulai produksi sebenarnya telah diselesaikan oleh perusahaan. Beberapa di antaranya meliputi sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), sertifikasi standar keselamatan, hingga kepemilikan World Manufacturer Identifier (WMI) atau Nomor Identifikasi Kendaraan (NIK) yang menjadi syarat bagi produsen otomotif untuk memproduksi kendaraan di Indonesia.

“Yang paling utama, kami sudah menyelesaikan beberapa requirement penting seperti sertifikasi TKDN, sertifikasi standar keselamatan, hingga WMI atau NIK. Artinya secara regulasi kami sudah sangat eligible untuk segera memulai proses produksi,” ujarnya.

Baca juga: BYD Siapkan 2.000 Stasiun Pengisian Daya Super Cepat, Isi Baterai Hanya 5 Menit

Selain memenuhi kebutuhan pasar domestik, pabrik ini juga berpotensi menjadi pusat ekspor untuk negara lain. Pabrik BYD di Subang dibangun di atas lahan lebih dari 100 hektare dengan kapasitas produksi yang diproyeksikan mencapai sekitar 150.000 unit kendaraan per tahun.

Kapasitas tersebut memungkinkan BYD memproduksi berbagai model mobil listrik yang sudah dipasarkan di Indonesia, seperti SUV dan MPV listrik yang saat ini masih diimpor dari luar negeri.

Dengan hadirnya fasilitas produksi lokal, BYD juga dapat meningkatkan tingkat kandungan lokal (TKDN) sekaligus memperkuat rantai pasok industri otomotif nasional.

Selain itu, keberadaan pabrik ini diharapkan mampu membuka lapangan kerja baru dan mendorong pertumbuhan industri komponen kendaraan listrik di Indonesia.

Apabila produksi benar-benar dimulai dalam waktu dekat, pabrik BYD di Subang berpotensi menjadi salah satu fasilitas manufaktur kendaraan listrik terbesar di Tanah Air dan menandai babak baru perkembangan industri otomotif elektrifikasi di Indonesia.

bottom rock ads

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here