ROCKOMOTIF, Jakarta – Dunia motorsport Indonesia, khususnya Sprint Rally turut mendapatkan dukungan penuh dari perusahaan teknologi, TransTrack, dalam meningkatkan standar keselamatan selama penyelenggaraan kompetisi.
Awalnya keikutsertaan perusahaan tersebut adalah pada ajang Sumatera Utara Rally 2024, dan berlanjut hingga saat ini untuk menghadirkan pengembangan Rally Tracking System berbasis teknologi lokal sehingga dapat memantau kendaraan balap secara real-time.
Adapun perusahaan teknologi TransTrack ini menghadirkan fitur penting yang bisa digunakan oleh setiap pereli untuk mengirimkan sinyal kondisi darurat secara instan kepada panitia Sprint Rally.
Adapun beberapa tombol penting yang disediakan untuk memantau kendaraan antara lain SOS, OK, Fire dan Blocked Road.
“Kami terus melakukan pengembangan untuk menjawab kebutuhan industri motorsport yang semakin kompleks,” ujar Anggia Meisesari, Founder and CEO TransTrack.
Sementara itu, kehadiran teknologi ini di ajang Sprint Rally juga dianggap menjadi sebuah solusi yang menguntungkan. Pasalnya dengan cara kerja yang real-time, pantia penyelenggara dapat memantau secara langsung setiap kendaraan.
“Dengan adanya tracking system saat ini, panitia dapat memantau pergerakan peserta secara real-time, merespons insiden dengan lebih cepat, serta memastikan peserta mengikuti rute yang telah ditentukan,” tambah Poedio Oetojo, selaku Pimpinan Perlombaan Kejurnas Sprint Rally Sumut 2026.
Hal senada juga diungkapkan oleh Adi Wibowo, selaku Chief Steward Kejurnas Sprint Rally Sumut 2026. Baginya, melalui monitoring system ini sangat membantu tidak hanya dari sisi pereli, tetapi juga kepanitiaan.
“Dengan alat tracking ini, seluruh pergerakan peserta dapat dimonitor dan direkam, sehingga data seperti posisi, kecepatan, dan waktu bisa digunakan jika diperlukan,” tukas Adi Wibowo.
Melalui kolaborasi berkelanjutan dengan IMI dan berbagai pemangku kepentingan, TransTRACK optimis bahwa teknologi ini dapat menjadi standar baru dalam keselamatan motorsport di Indonesia, sekaligus membuka peluang bagi solusi teknologi lokal untuk berkontribusi di tingkat global. (*)








