ROCKOMOTIF, Jakarta – PT Nusantara Global Autoparts (NGA) terus memperluas pasar ekspor komponen kendaraan ke berbagai negara. Setelah memulai ekspor sejak 2024, perusahaan kini telah memasok produk autoparts ke sejumlah kawasan seperti Timur Tengah, Afrika, hingga Asia Tenggara.
CEO PT Nusantara Global Autoparts, Koko, mengatakan bahwa ekspansi pasar luar negeri berjalan positif dan menunjukkan perkembangan signifikan dalam dua tahun terakhir. Menurutnya, pengalaman di pasar domestik menjadi modal utama perusahaan untuk masuk ke pasar global.
“Ekspor sudah berjalan dan saat ini kami sudah supply ke banyak negara seperti Middle East, Afrika, Singapura, Malaysia, Vietnam, hingga Filipina. Kami juga sudah berpengalaman di bidang ekspor,” ujar Koko.

Ia menjelaskan, NGA dibentuk setelah bisnis domestik perusahaan berkembang melalui PT Oto Citra Sentosa yang telah berdiri sejak 2002. Setelah pasar lokal dinilai kuat, perusahaan mulai fokus mengembangkan pasar internasional melalui NGA.
MULAI MEMBIDIK PASAR MOBIL CINA
Selain memperluas ekspor, NGA juga mulai melihat potensi besar dari perkembangan industri otomotif asal China yang kini semakin masif, terutama pada segmen kendaraan listrik. Menurut Koko, perusahaan siap mengikuti perkembangan kebutuhan pasar tersebut.
“Produk dan kendaraan China berkembang sangat cepat. Ke depannya brand China pasti akan semakin besar dan kami akan mengikuti perkembangan itu. Kalau ada permintaan, kami siap melayani, baik kuantiti kecil maupun besar,” katanya.

Koko menambahkan, secara umum komponen kendaraan Jepang, Korea, maupun China tidak memiliki perbedaan mendasar.
Namun, mobil listrik memiliki beberapa komponen berbeda karena tidak lagi menggunakan mesin konvensional. Meski begitu, NGA memastikan seluruh produk yang dipasarkan merupakan komponen OEM original dan dapat langsung dipasang tanpa modifikasi tambahan.
“Semuanya OEM original, langsung plug and play tanpa perlu perubahan. Distribusi produk kami juga langsung dari produsen seperti Toyota Indonesia dan Mitsubishi Motors Indonesia sebelum diteruskan ke customer B2B maupun retail,” tutupnya. (*)








