ROCKOMOTIF, Tangerang – BYD Indonesia memanfaatkan momentum Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025 untuk memperkenalkan BYD M6 EV versi produksi lokal. Langkah ini menjadi bagian dari strategi pabrikan asal Tiongkok tersebut untuk semakin memperkuat cengkeramannya di pasar kendaraan listrik Tanah Air.
Director of Operations BYD Indonesia, Nathan Sun, menyebut kehadiran MPV listrik rakitan dalam negeri ini sebagai bukti nyata komitmen BYD menghadirkan produk yang lebih dekat dengan kebutuhan konsumen lokal. Menurutnya, M6 EV yang kini fully produced di Indonesia mampu menempuh jarak hingga 450 kilometer dalam sekali pengisian daya.
Harga Tetap Kompetitif Meski Sudah Produksi Lokal
Kabar baiknya, meski kini diproduksi di dalam negeri, BYD memastikan harga varian standar M6 EV tidak berubah, tetap dibanderol Rp 395 juta. Strategi ini diharapkan membuat M6 EV semakin mudah dijangkau konsumen sekaligus memperkuat daya saingnya di segmen MPV listrik yang kian ramai.
Sejak pertama kali diperkenalkan, M6 EV memang sudah mendapat sambutan positif dari pasar. Bagi BYD, langkah memproduksi model ini secara lokal merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk menghadirkan solusi mobilitas yang lebih relevan, sekaligus turut mendukung perkembangan industri otomotif nasional dan meningkatkan ketersediaan produk bagi konsumen yang ingin beralih ke kendaraan listrik.
Baca juga: Dobrak Pasar PHEV, BYD M6 DM Resmi Meluncur dengan Jarak Tempuh 1.800 KM!

Warna Baru untuk Seal dan Sealion
Tak hanya menghadirkan M6 EV versi lokal, BYD Indonesia juga membawa penyegaran pada lini kendaraan listriknya yang lain di GIIAS 2025. Kali ini, giliran BYD Seal dan Sealion yang mendapat opsi warna baru bernama Lavender.
Nathan menjelaskan bahwa warna spesial ini hadir untuk memberi ruang lebih bagi konsumen mengekspresikan gaya dan karakter pribadi mereka lewat kendaraan yang dikendarai. Kehadiran opsi warna eksklusif ini pun diharapkan menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen yang menginginkan tampilan berbeda dari kendaraan listrik pada umumnya.
Menurut Nathan, berbagai penyegaran produk yang dilakukan BYD merupakan cerminan komitmen perusahaan untuk terus mengikuti perkembangan kebutuhan pasar otomotif Indonesia, baik melalui teknologi kendaraan listrik murni (EV) maupun plug-in hybrid DM-i, demi mendukung mobilitas yang lebih cerdas, efisien, dan berkelanjutan.








