ROCKOMOTIF, Jakarta – Partai pembuka Kejurnas Slalom 2026 di Bandung, Jawa Barat, akhir pekan lalu (11/7) sukses menjadi saksi kemenangan Canya Prasetyo, peslalom wanita di bawah naungan Banteng Motorsport.
Dalam wawancaranya, puteri dari Prasetyo Edi Marsudi ini mengungkapkan bahwa dirinya tidak menyangka bisa bertengger di podium pertama. Sebab, dalam penuturannya ia bersama tim hanya satu kali melakukan latihan sebelum seri pertama dilangsungkan.
“Jujur saja, saya enggak kepikiran bisa jadi juara. Cuma memang sempet ada keraguan di hati, tapi karena memang faktor berpasrah diri, jadi saya enggak nyangka hasil ini,” ungkap Canya melalui sambungan telepon.

Di samping itu ia juga menjelaskan bahwa ada semacam ritual yang ia lakukan sebelum start heat final. Dalam kondisi yang bercampur aduk, ia coba untuk kembali mengembalikkan mental kompetisi dalam dirinya untuk tetap fokus dan melakoni kesempatan terakhirnya.
“Alhamdulillah hasilnya sangat memuaskan,” sambungnya.
Adapun faktor lain yang juga turut menopang performanya pada laga pembuka di Bandung tersebut, ia menjelaskan perihal kesiapan mobil. Beruntungnya koneksi antara ia dengan mobil dapat menyatu dan ia bisa menuntaskan pertarungan dengan seniornya, Alinka Hardianti dari Toyota Gazoo Racing Indonesia.

Berdasarkan catatan waktunya, Canya, berhasil mengemas waktu 39,657 detik. Sementara pesaing terdekatnya, Alinka, berada di peringkat kedua dengan catatan waktu 39,914 detik. Kemudian Febriana Dewi, dari Turbo Motorsport, melengkapi posisi tiga besar dengan catatan waktu 40,023 detik.
Kendati berhasil mengamankan podium tertinggi, namun ia tidak berpuas diri dan bakal terus melakukan berbagai latihan untuk bisa mengembalikkan ritme kompetisinya jelang putaran kedua Kejurnas Slalom 2026 yang bakal dilangsungkan di Purwokerto, Jawa Tengah. (*)








