ROCKOMOTIF, Jakarta – Green SM resmi meluncurkan layanan motor listrik di Jakarta, melengkapi ekosistem transportasi berbasis listrik yang tengah dikembangkan perusahaan di Indonesia. Menghadirkan taksi dan motor listrik sekaligus, Green SM menawarkan mobilitas yang praktis, modern, dan mudah diakses sesuai kebutuhan transportasi masyarakat perkotaan sehari-hari.
Sebagai kota dengan mobilitas paling dinamis, Jakarta memiliki kebutuhan tinggi terhadap layanan roda dua yang fleksibel dan efisien. Menjawab hal ini, layanan motor listrik Green SM mengoperasikan armada modern dari VinFast, didukung mitra pengemudi profesional dan tarif yang transparan.
Pelanggan dapat memesan layanan lewat aplikasi Green SM, baik melalui ride-hailing reguler maupun fitur Green Now untuk pemesanan lebih cepat.
Ekspansi ini juga membuka peluang pendapatan baru bagi pengemudi roda dua lewat skema sewa yang fleksibel. Mitra pengemudi dapat memilih skema sewa hingga kepemilikan (rent-to-own) mulai Rp 39.000 per hari dengan pendapatan terjamin hingga Rp 160.000 per hari, serta kesempatan memiliki kendaraan setelah dua tahun.

Alternatif lainnya adalah skema sewa fleksibel 3, 6, atau 12 bulan dengan deposit hanya Rp 150.000. Mitra pengemudi juga mendapat akses ke motor listrik VinFast Evo dan Feliz II dengan biaya operasional lebih rendah, ditambah hingga lima kali penukaran baterai gratis setiap hari lewat jaringan V-Green.
Baca juga: VinFast Bawa Tiga Motor Listriknya ke Indonesia, Sistem Sewa Baterai
Menyambut peluncuran ini, Green SM menghadirkan promo khusus periode 16-22 September 2026, berupa diskon 75 persen hingga Rp10.000 untuk perjalanan pertama, dan diskon 25 persen hingga Rp10.000 untuk perjalanan berikutnya tanpa batas selama periode promo berlangsung.
Mr. Pham Nhat Minh Hoang, Global Chief Executive Officer Green SM, menegaskan bahwa langkah ini menjadi bagian penting dari strategi ekspansi internasional perusahaan.
“Peluncuran layanan motor listrik di Jakarta merupakan langkah strategis dalam ekspansi internasional Green SM. Kami ingin membangun ekosistem mobilitas yang sepenuhnya berbasis listrik, mencakup mobil dan motor listrik, sehingga dapat menjawab lebih banyak kebutuhan mobilitas sehari-hari masyarakat,” ujar Pham.
Berdasarkan kajian life-cycle assessment, kendaraan listrik diklaim menghasilkan emisi sekitar 75 persen lebih rendah dibandingkan kendaraan berbahan bakar bensin. Secara global, Green SM telah melayani sekitar 850 juta perjalanan dan membantu mengurangi lebih dari 800.000 ton emisi CO2, setara kapasitas penyerapan karbon sekitar 36 juta pohon.
Lewat kehadiran layanan motor listrik ini, Green SM menegaskan komitmennya mendukung transisi hijau di Indonesia sekaligus mewujudkan kota yang lebih bersih dan nyaman untuk ditinggali.








