ROCKOMOTIF, Johor Bahru – Sebuah Chery Omoda 5 mengalami insiden serius di Johor Bahru, Malaysia, ketika seluruh rakitan suspensi belakangnya terlepas dari sasis. Kejadian ini dilaporkan mirip dengan kegagalan struktural yang melatarbelakangi kampanye keselamatan pada 2024. Informasi ini dikutip dari Carnewschina, yang merujuk pada pemberitaan AsiaOne.
Insiden terjadi pada 6 Oktober 2026 di Jalan Pandan, dekat AEON Mall Tebrau City. Foto di lokasi dan rekaman dashcam memperlihatkan Omoda 5 berwarna hitam terhenti di jalur lalu lintas, dengan rakitan suspensi belakang yang terdiri dari transverse torsion beam, trailing arm, peredam kejut, selang rem, hingga kedua roda tergeletak terpisah di belakang kendaraan. Tidak ada korban luka dalam kejadian ini.
Mengulang Kasus 2024
Kasus serupa pernah terjadi pada 28 April 2024, saat sebuah Omoda 5 milik konsumen Malaysia mengalami patah pada balok as belakang ketika melaju pelan di tengah kemacetan. Kejadian itu memicu penyelidikan Departemen Pengangkutan Jalan Malaysia (JPJ), disusul kampanye keselamatan pencegahan oleh Chery Auto Malaysia yang mencakup 600 kendaraan.
Dalam pengarahan teknis pada Mei 2024, Wakil Presiden Chery Auto Malaysia, Lee Wen Hsiang, menyebut akar masalahnya adalah kegagalan kalibrasi peralatan di pemasok komponen luar negeri.

Baca juga: Chery Group Recall Lebih dari 1.000 unit Mobil
Ujung las otomatis sempat diganti saat perawatan, namun kalibrasi ulang yang tidak tepat membuat penetrasi las pada sebagian balok as belakang tidak sempurna. Chery menyatakan 60 unit Omoda 5 menerima komponen terdampak yang diproduksi pada 15 Agustus 2023, sementara inspeksi mencakup 600 kendaraan dengan as belakang buatan 14-17 Agustus.
Perlu dicatat, kampanye 2024 berkaitan dengan Omoda 5 versi Malaysia yang memakai suspensi belakang torsion beam, sehingga tidak otomatis berlaku bagi Omoda E5 listrik yang memiliki arsitektur suspensi belakang berbeda. Omoda 5 di Malaysia dirakit lokal oleh Inokom Corporation di Kulim, Kedah, dari kit CKD.
Pertanyaan yang Belum Terjawab
Hingga artikel sumber terbit, penyebab insiden Oktober ini belum dikonfirmasi. Belum jelas apakah unit tersebut termasuk dalam 600 kendaraan yang diinspeksi, apakah pernah diperiksa di bengkel resmi, atau apakah diproduksi di luar rentang komponen bermasalah pada Agustus 2023. Foto juga belum menunjukkan apakah kegagalan berawal dari titik dudukan, balok melintang, atau sambungan komponen lain.
Chery Auto Malaysia belum merilis laporan teknis resmi maupun tanggal produksi kendaraan tersebut. Karena itu, kaitan langsung dengan cacat las 2024 baru bisa dipastikan setelah data produksi, spesifikasi suspensi, riwayat recall, dan penyebab kegagalan terverifikasi.








