ROCKOMOTIF, Tangerang – Ternyata in this economy, mau beli mobil malah harus menunggu hingga satu tahun. Padahal, kondisi ekonomi di Indonesia lagi tidak baik-baik saja. Jadi kalau tertarik sama dua mobil Honda yang dipasarkan di Indonesia, yakni Honda Super-One dan Honda Prelude, karena tingginya permintaan dan terbatasnya alokasi unit membuat kedua model tersebut sulit didapatkan.
Konsumen yang baru melakukan pemesanan bahkan harus bersiap menunggu pengiriman hingga tahun depan.
Sales & Marketing and After Sales Director PT Honda Prospect Motor (HPM), Yusak Billy, mengungkapkan bahwa pemesanan Honda Super-One telah mencapai sekitar 190 unit. Sementara itu, jumlah unit yang sudah dikirimkan kepada konsumen baru sekitar 80 unit.
Honda menargetkan pengiriman Super-One mencapai 100 unit hingga November 2026. Angka tersebut sekaligus menjadi kuota pengiriman mobil listrik mungil ini untuk pasar Indonesia sepanjang tahun.
“Untuk Super-One, pemesanan 190 something, yang sudah dikirim 80-an, dan sampai November 100 unit bisa dikirim. Karena tahun ini hanya 100, ya kuotanya,” kata Billy di Tangerang, Jumat (30/10/2026).
Baca juga: Honda Culture Indonesia Night Meet Up Berhasil Meriahkan Senayan Park
Keterbatasan pasokan Honda Super-One tidak terlepas dari tingginya permintaan di Jepang. Kondisi tersebut turut memengaruhi ketersediaan unit untuk pasar ekspor, termasuk Indonesia.
Situasi serupa juga dialami Honda Prelude. Mobil sport hybrid dua pintu tersebut telah mencatatkan hampir 400 pemesanan. Dari jumlah itu, sekitar 140 unit sudah diterima konsumen.
HPM menargetkan pengiriman Prelude mencapai 150 unit hingga November 2026. Dengan demikian, masih terdapat sekitar 250 konsumen yang harus menunggu giliran mendapatkan mobil tersebut.
Billy mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan prinsipal untuk mengupayakan waktu tunggu yang tidak terlalu panjang.
“Untuk masa tunggunya berarti 250 lagi. Itu lagi koordinasi dengan prinsipal agar masa tunggu jangan lebih dari setahun. Supaya konsumen yang sudah beli sekarang masa tunggunya jangan sampai 2028,” ujar Billy.
Baca juga: Honda Super-ONE Debut di Bandung, Bawa Semangat Culture. Evolved
Saat ini, Honda Prelude dipasarkan dengan harga Rp 974,9 juta, sedangkan Honda Super-One dibanderol Rp 438 juta.
Terkait kemungkinan kenaikan harga pada 2027, Honda belum mengambil keputusan. Billy menyebut penetapan harga turut dipengaruhi faktor eksternal, seperti bea balik nama (BBN), nilai tukar dolar, serta kemungkinan perubahan fitur kendaraan.
“Sejauh ini belum ada pembicaraan internal untuk naik harga dulu,” pungkas Billy.








