ROCKOMOTIF, Jakarta – Pembalap Motu Jangkar Biru Motorsport, Haji Mohammad Yassin Kosasih, menutup musim balap 2026 dengan sejumlah pencapaian membanggakan.
Persaingan ketat di kelas ISTCR 3600 dan MFoS 3600 tidak menghalangi dirinya untuk meraih podium di berbagai kategori, sekaligus memperlihatkan perkembangan kompetisi yang semakin kompetitif.
Yassin Kosasih mengaku semakin optimistis menghadapi persaingan setelah Andre Dumais sebagai manajer tim melihat peta persaingan di lintasan. Menurutnya, hal tersebut sejatinya bukan tanpa alasan, sebab sejumlah fakta di lapangan bisa menjadi penopang performa tim selama kompetisi.
“Semenjak datang ke Mandalika kemarin, Andre Dumais sebagai manajer tim, sangat optimistis kami bisa bersaing di posisi satu,” ujarnya.
Dari sisi performa, Yassin Kosasih menyebut catatan waktu latihan berada di kisaran 1 menit 54 detik hingga 1 menit 55 detik. Hasil tersebut menjadi modal positif saat menjalani kualifikasi hingga berhasil mengamankan tiket Superpole.

Pada balapan Sabtu, Yassin sukses meraih juara pertama di kategori nasional Non Seeded dan menempati posisi ketiga secara keseluruhan. Namun, persaingan pada hari Minggu berlangsung lebih menantang. Insiden tergelincir membuatnya harus puas finis di posisi kedua nasional ISTCR 3600 Non Seeded.
Meski demikian, Yassin tetap bersyukur atas hasil yang diraih sepanjang kompetisi. Ia menilai persaingan tahun ini semakin menarik, terutama dengan meningkatnya jumlah peserta di kelas ISTCR 3600 menjadi 17 mobil.
“Dinamika cukup ketat dan peserta di ISTCR 3600 ada 17 mobil, jadi sangat kompetitif. Pesaing kita cukup kencang, tetapi alhamdulillah saya masih bisa menjuarai beberapa kategori,” katanya.
Yassin juga menyoroti perkembangan BMW Cup 2026 yang digagasnya. Menurutnya, kejuaraan tersebut turut mendorong minat para pemilik BMW untuk berpartisipasi dalam ajang balap. Peningkatan jumlah peserta menjadi salah satu indikator bahwa kompetisi tersebut semakin menarik bagi komunitas otomotif.
“BMW Cup yang saya gagas ini membuat motivasi bagi mobil-mobil BMW yang sebelumnya tidak ikut, akhirnya menjadi ikut,” jelasnya.
Menatap musim 2027, Yassin Kosasih bersama tim berencana terus mengevaluasi performa kendaraan setelah setiap seri balapan. Diskusi dan pengembangan teknis akan dilakukan untuk mencari peningkatan, meskipun dalam skala kecil.

“Saya yakin semua tim akan melakukan eksplorasi bagaimana performa mobil, meskipun sedikit, tetapi bisa ditingkatkan lagi,” ungkapnya.
Sepanjang musim 2026, pembalap yang menggeber BMW F30 mencatatkan prestasi berupa peringkat kedua nasional ISTCR 3600 Non Seeded, peringkat kedua umum MFoS 3600 Non Seeded, peringkat kedua umum BMW Cup 2026, peringkat ketiga umum MFoS 3600 Overall, serta peringkat keempat umum ISTCR 3600.
Dengan evaluasi berkelanjutan dan persaingan yang semakin ketat, Yassin Kosasih bersama Motu Jangkar Biru Motorsport bertekad mempertahankan konsistensi sekaligus meningkatkan daya saing pada musim balap berikutnya. (*)








