Mercedes-Benz Klaim Nomor Satu di Amerika Serikat, Bagaimana di Indonesia?

0
mercedes-benz giias
Mercedes-Benz sukses di Amerika, tapi di Indonesia terancam dicoret dari Gaikindo

ROCKOMOTIF, Amerika Serikat – Menutup tahun 2017, Mercedes-Benz dengan bangga mengklaim jika pabrikan Jerman ini sukses menjadi nomor satu di Amerika Serikat untuk segmen mobil premium. Ini menjadi tahun kedua berturut-turut Mercedes-Benz berhasil meraih penjualan tertinggi di Negeri Paman Sam tersebut.

Seperti dilaporkan oleh Carscoops berdasarkan data dari Bloomberg, sampai November 2017 Mercedes sudah menjual 302.043 unit. Model-model yang menjadi unggulan adalah C-Class, GLC dan GLE.

Untuk Mercedes-AMG juga mengalami pertumbuhan hingga 49,6 persen dengan penjualan mencapai 30.116 unit. Hal ini berkat hadirnyaĀ lineup entry-level AMG 43 yang harganya lebih terjangkau di antara model AMG lainnya.

BMW masih menjadi nomor dua di bawah Mercedes-Benz, sementara Lexus menguntit ketat di nomor tiga dengan penjualan yang tidak jauh berbeda. BMW berhasil membukukan angka penjualan sebanyak 271.432 unit sementara Lexus 269.671 unit. Jika dibandingkan dengan tahun lalu, BMW mengalami penurunan 3,2 persen sementara Lexus naik 7 persen.

Baca Juga: Berkunjung Ke Museum Porsche, Melihat Sejarah Perjalanan Porsche

Mercedes-Benz Terancam Dicoret Gaikindo

Jika Mercedes-Benz sukses di Amerika Serikat, lalu bagaimana di Tanah Air? Biasanya pabrikan berlambang ‘three pointed star’ ini juga selalu sukses merajai pasar premium di Indonesia.

Tapi menurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) pabrikan Jerman ini sudah lama tidak mengirimkan hasil penjualan wholesales. Terhitung tahun 2017, Mercedes-Benz hanya mengirimkan data penjualan dari Januari hingga April saja.

Selebihnya mulai dari Mei hingga kini, Mercedes-Benz Distribusi Indonesia (MBDI) tidak ada data wholesales. Alhasil jika merujuk pada data Gaikindo hingga November 2017, penjualan BMW mencapai 2.435 unit, Mercedes-Benz hanya 1.380 unit, dan Lexus 1.264 unit. Hasil ini bisa berbeda jika MBDI mengirimkan data penjualan ke Gaikindo.

Dengan kembali ‘bandelnya’ Mercedes-Benz ini, Gaikindo pun mengancam akan mencoret pabrikan Jerman ini dari keanggotaan. Hal yang sama pernah terjadi ketika di tahun 2012, MBDI juga mangkir untuk mengirimkan data penjualan.

Karena dari aturan Gaikindo sudah jelas bahwa setiap anggota wajib melaporkan data penjualan per bulan selama tergabung dalam organisasi ini.

Jika sampai dicoret, maka Mercedes-Benz pun terancam tidak bisa mengikuti ajang pameran otomotif terbesar di Tanah Air yaitu Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) yang biasa berlangsung di bulan Agustus mendatang.

LEAVE A REPLY