ROCKOMOTIF, Jakarta – GAC Indonesia memastikan tidak akan meluncurkan model baru pada ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026.
Keputusan tersebut diambil setelah perusahaan menilai kondisi pasar otomotif nasional saat ini belum ideal untuk menghadirkan kendaraan baru berbasis mesin pembakaran maupun plug-in hybrid.
Dalam keterangannya kepada media, CEO GAC Indonesia, Andry Ciu, mengungkapkan bahwa dua model yang sebelumnya dipersiapkan untuk melantai di GIIAS, yakni E9 dan Emzoom, resmi ditunda peluncurannya hingga waktu yang belum ditentukan.
Menariknya, untuk pertama kalinya mereka juga mengungkap nama Emzoom kepada publik. Model tersebut diketahui merupakan kendaraan bermesin 1.500 cc turbo yang nantinya akan tersedia dalam versi internal combustion engine (ICE) maupun plug-in hybrid electric vehicle (PHEV).
“Saya ada pengumuman penting sedikit. Untuk GIIAS tahun ini, saya menunda peluncuran kendaraan E9 dan Emzoom. Kendaraannya sebenarnya sudah siap,” ujar Andry Ciu, di sela-sela peresmian dealer GAC AION KS Tubun, Jakarta Pusat, Jumat (19/06).
Menurutnya, keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan berbagai faktor eksternal yang tengah memengaruhi industri otomotif. Mulai dari kenaikan harga bahan bakar, kondisi ekonomi yang belum stabil, hingga pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat maupun yuan Tiongkok.
“Saya melihat ini bukan saat yang tepat untuk melahirkan kendaraan tersebut. Kalau diluncurkan sekarang, tentunya harganya menjadi tidak terlalu ekonomis. Lebih baik kami menunggu sampai situasi stabil kembali,” jelasnya.
Penundaan tersebut tidak hanya berlaku untuk model berbasis mesin konvensional, tetapi juga varian PHEV yang telah dipersiapkan perusahaan.
“Kenapa yang PHEV juga ditunda? Karena tetap menggunakan bahan bakar fosil. Oleh karena itu, GAC menunda peluncuran seluruh kendaraan yang berbahan bakar fosil sampai situasi kembali normal,” tambahnya.
Meski tanpa peluncuran kendaraan baru, GAC memastikan tetap akan hadir di GIIAS 2026. Pabrikan asal Tiongkok tersebut mengisyaratkan akan membawa sejumlah pengumuman strategis terkait pengembangan produk dan bisnisnya di Indonesia selama pameran berlangsung. (*)








