ROCKOMOTIF, Tangerang – Pengeluaran biaya perawatan Fronx Hybrid memiliki range yang tidak menguras kantong, berikut penjabaran besaran yang harus disiapkan oleh pemiliknya.
Berdasarkan jadwal perawatan berkala resmi, crossover dengan transmisi manual hanya membutuhkan total biaya sekitar Rp9.967.326 hingga mencapai 100.000 kilometer.
Sementara itu, biaya perawatan Fronx Hybrid untuk varian transmisi otomatis (AT) mencatat total biaya Rp10.623.125 untuk periode yang sama. Nilai tersebut sudah mencakup jasa servis, suku cadang, pelumas ECSTAR, serta PPN 11 persen.
Menariknya, pemilik kendaraan ini juga mendapatkan keuntungan berupa gratis biaya jasa servis pada beberapa interval perawatan awal.
Hingga 30.000 kilometer, konsumen tidak dikenakan biaya jasa sama sekali. Bahkan pada servis 50.000 kilometer, biaya tenaga kerja juga masih digratiskan. Hal ini membuat biaya kepemilikan di awal penggunaan menjadi jauh lebih ringan.
Pengeluaran baru mulai meningkat pada servis besar, seperti di 60.000 kilometer, 80.000 kilometer, hingga 100.000 kilometer.
Namun, kenaikan tersebut masih tergolong wajar karena mencakup penggantian beberapa komponen penting seperti filter udara, drive belt, cairan rem, coolant, hingga busi.
Untuk varian otomatis, biaya tambahan juga berasal dari penggantian oli transmisi otomatis ECSTAR ATF AW-1 sesuai jadwal perawatan.
Di luar itu, mayoritas servis berkala hanya meliputi penggantian filter oli, gasket oli, serta oli mesin ECSTAR 0W-16 SN, sehingga biaya servis tetap terkendali.
Penggunaan pelumas dengan spesifikasi yang tepat juga membantu menjaga efisiensi kerja mesin hybrid sekaligus mempertahankan performa kendaraan dalam jangka panjang.
Jika dihitung secara rata-rata, total biaya perawatan Suzuki Fronx Hybrid manual hanya sekitar Rp99 ribuan per 1.000 kilometer, sedangkan varian otomatis berada di kisaran Rp106 ribuan per 1.000 kilometer. Angka ini tergolong kompetitif untuk sebuah SUV modern yang telah dibekali teknologi hybrid.
Efisiensi biaya tersebut menjadi salah satu nilai tambah Suzuki Fronx Hybrid. Konsumen tidak hanya memperoleh keuntungan dari konsumsi bahan bakar yang lebih hemat berkat teknologi hybrid, tetapi juga menikmati biaya servis berkala yang relatif terjangkau.
Kombinasi keduanya membuat total biaya kepemilikan (total cost of ownership) menjadi lebih rendah dibandingkan kendaraan dengan biaya perawatan yang tinggi.
Dengan desain SUV yang modern, fitur keselamatan yang lengkap, teknologi hybrid yang efisien, serta biaya perawatan di bawah Rp11 juta hingga 100.000 kilometer, Suzuki Fronx Hybrid menjadi pilihan yang layak dipertimbangkan bagi konsumen yang menginginkan kendaraan hemat untuk penggunaan harian maupun perjalanan jarak jauh.
Bagi calon pembeli yang mengutamakan efisiensi tanpa mengorbankan kenyamanan dan kepraktisan, biaya perawatan yang bersahabat menjadi salah satu alasan kuat mengapa Suzuki Fronx Hybrid layak dipinang. (*)








