ROCKOMOTIF, Jakarta – PT Wahana Makmur Sejati (WMS) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pendidikan vokasi melalui program Astra Honda Berbagi Ilmu (AHBI).
Kali ini, kegiatan tersebut menyasar 100 siswa SMK Sint Joseph Jakarta dengan menghadirkan materi yang menghubungkan kebutuhan industri otomotif dengan dunia pendidikan.
Program Astra Honda Berbagi Ilmu ini merupakan bagian dari semangat Sinergi Bagi Negeri (SBN) ini bertujuan memberikan wawasan kepada siswa mengenai perkembangan teknologi sepeda motor sekaligus kompetensi yang dibutuhkan saat memasuki dunia kerja.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta diperkenalkan dengan berbagai fitur dan teknologi terbaru yang terdapat pada New Honda Vario 125 Street.
Selain mendapatkan materi teknis mengenai perkembangan produk Honda, siswa juga berkesempatan berdiskusi langsung dengan instruktur melalui sesi pembelajaran yang berlangsung secara interaktif. Melalui pendekatan ini, peserta diharapkan dapat memahami lebih jauh perkembangan teknologi otomotif yang terus berkembang.
Tidak hanya fokus pada aspek teknis, WMS juga memberikan edukasi mengenai keselamatan berkendara.
Para siswa dibekali pemahaman tentang pentingnya menerapkan budaya #Cari_Aman, mulai dari penggunaan perlengkapan berkendara yang sesuai standar hingga kemampuan mengenali potensi bahaya saat berada di jalan.
Dept. Head of Technical Service Department PT Wahana Makmur Sejati, Benedictus F. Maharanto, mengatakan program AHBI dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini.
“Melalui AHBI, kami ingin menghadirkan pengalaman belajar yang lebih dekat dengan kebutuhan industri. Siswa tidak hanya mendapatkan wawasan mengenai perkembangan teknologi sepeda motor Honda terbaru, tetapi juga memahami pentingnya budaya keselamatan berkendara,” ujar Benedictus.
Menurutnya, kombinasi antara pengetahuan teknologi dan pemahaman keselamatan berkendara menjadi bekal penting bagi siswa dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja.
Melalui kolaborasi antara industri dan pendidikan, WMS berharap dapat turut menciptakan sumber daya manusia yang lebih kompeten, adaptif, dan siap menghadapi perkembangan industri otomotif di masa depan. (*)








