ROCKOMOTIF, Lombok – Di tengah ketatnya persaingan Kejurnas ITCR 1200 yang kini diisi banyak pembalap, Amato Rudolph sebagai ujung tombak tim Toyota Gazoo Racing Indonesia, berhasil membawa pulang hasil positif berupa dua podium dalam satu akhir pekan balap.
Meski demikian, Amato mengaku hasil tersebut sebenarnya berada di luar ekspektasi tim. Terutama pada Race 1, di mana dirinya tidak menargetkan finis di tiga besar.
“Sebenarnya kami tidak terlalu berekspektasi bisa finis podium. Tapi setelah start, ternyata performa mobil sangat kompetitif. Saya sempat bertarung cukup seru dengan Putera dan Daffa dalam empat lap terakhir, dan akhirnya berhasil finis di posisi ketiga,” ujar Amato.
Pertarungan tersebut menjadi salah satu sorotan balapan. Ketiga pembalap saling menekan hingga lap-lap penutup, dengan selisih waktu yang sangat tipis. Berkat konsistensi dan strategi yang tepat, Amato mampu mempertahankan posisinya hingga bendera finis berkibar.
Momentum positif berlanjut pada Race 2. Memulai balapan dari posisi ketiga, pembalap muda Toyota Gazoo Racing Indonesia yang menggeber New Agya itu berhasil naik ke posisi kedua saat finis.

Amato sempat memberikan tekanan kepada Avila Bahar yang memimpin jalannya lomba. Namun ia mengakui bahwa pace antara mobil yang ia kemudikan belum mengimbangi performa lawannya.
“Saya sempat mencoba mengejar dan bertarung dengan Avila yang ada di posisi pertama. Tapi secara pace memang masih cukup jauh. Pada akhirnya saya harus puas finis kedua,” katanya.
Meski berhasil mengoleksi podium ganda, Amato menilai performanya bersama tim masih belum mencapai titik ideal.
“Secara hasil tentu positif, tetapi masih jauh dari kata sempurna. Masih banyak hal yang bisa diperbaiki untuk seri berikutnya,” tambahnya.
Selain soal hasil balapan, Amato juga menyoroti perkembangan kelas ITCR 1200 yang menurutnya tengah berada dalam fase terbaik. Musim ini, kelas tersebut mendapat perhatian besar dan menjadi salah satu kelas utama dalam Kejuaraan Nasional.
“Saya sangat senang dan bangga melihat ITCR 1200 sekarang menjadi kelas utama. Isinya juga pembalap-pembalap top, jadi kualitas persaingannya meningkat jauh dibanding sebelumnya,” ungkapnya.
Namun peningkatan kualitas peserta juga membawa tantangan baru. Menurut Amato, setiap pembalap kini dituntut tampil nyaris tanpa kesalahan.
“Persaingan jadi jauh lebih ketat. Margin of error semakin kecil. Sedikit saja melakukan kesalahan, posisinya bisa langsung hilang. Itu yang membuat balapannya semakin menarik sekaligus menantang,” jelasnya.

Mengenai performa mobil yang disiapkan Toyota Gazoo Racing Indonesia, Amato memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh kru tim. Ia menilai paket mobil yang digunakan di Mandalika memiliki sejumlah keunggulan yang membuatnya mampu bersaing di barisan depan.
“Performa mobil yang disiapkan tim luar biasa baik. Kami punya beberapa kekuatan yang menurut saya sangat kompetitif. Tapi tentu masih ada beberapa area yang bisa ditingkatkan lagi,” katanya.
Dengan hasil podium ketiga dan kedua di Mandalika, Amato Rudolph menegaskan dirinya dan Toyota Gazoo Racing Indonesia masih memiliki pekerjaan rumah untuk bisa menantang kemenangan pada seri-seri berikutnya.
Namun modal kecepatan dan konsistensi yang ditunjukkan sepanjang akhir pekan menjadi sinyal kuat bahwa mereka akan kembali menjadi salah satu kandidat terdepan dalam perebutan gelar ITCR 1200 musim ini. (*)








