ROCKOMOTIF, Jakarta – Ajang balap drag race Indonesia yang diselenggarakan di Sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat, 25-26 Juli 2026 memberikan bukti bahwa cabang ini semakin menarik untuk diikuti dan memperlihatkan persaingan yang kompetitif.
Hal ini didasari atas para pemenang yang datang dari empat daerah berbeda, menegaskan semakin meratanya kualitas dragster nasional.
Salah satu sorotan utama pada ajang balap drag race Indonesia ini datang dari Yulius asal Sumatera Selatan yang membela K-Wheels Garage. Meski tidak keluar sebagai juara kelas, ia sukses menyandang gelar The Fastest of the Day di dua kategori sekaligus, yakni Bracket 201 meter dan Bracket 402 meter lewat penampilan impresif di kelas Free For All.
Sementara itu, podium juara kelas berhasil diamankan tim Speedcraft x Donuts Racing. Jeffi Heriyus dari Sumatera Barat menjadi juara Bracket 201 meter, sedangkan Ester Rita asal Jawa Barat tampil sebagai yang terbaik di Bracket 402 meter.
Prestasi Ester semakin lengkap setelah juga meraih penghargaan Best Reaction Time, membuktikan konsistensinya sejak lampu start menyala.
Gelar paling bergengsi, Juara Umum Sentul Drag Record SIMPATI 5G 2026, menjadi milik Novriansyah Nasution dari Jakarta yang memperkuat 35 Garage Racing Team.
Ia mengunci gelar tersebut berkat kemenangan di tiga kelas Bracket 201 meter, yakni Bracket 12 Detik, 11,5 Detik, dan 10,5 Detik, serta finis keempat di Bracket 19 Detik untuk lintasan 402 meter.
Pimpinan Lomba, Hasanudin atau yang akrab disapa Bang Udin, menilai hasil kompetisi kali ini menunjukkan kualitas pembalap dari berbagai daerah semakin merata.
“Yang menarik dari gelaran kali ini adalah persaingan yang semakin kompetitif. Kita melihat pembalap dari berbagai daerah mampu menunjukkan performa terbaiknya. Ada yang menjadi juara kelas, ada yang tercepat secara keseluruhan di lintasan, dan ada juga yang berhasil mencatatkan reaction time terbaik. Ini menunjukkan bahwa setiap pembalap memiliki keunggulannya masing-masing,” ujar Bang Udin.
Ia menambahkan, drag race kini berkembang bukan hanya sebagai ajang adu kecepatan, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem otomotif yang mempertemukan pembalap, tim, komunitas, hingga para pecinta balap.
“Drag race bukan hanya soal siapa yang paling cepat. Ada strategi, teknik, konsistensi, persiapan kendaraan, dan tentu saja kerja keras seluruh tim. Kami berharap kompetisi seperti ini dapat terus berkembang dan melahirkan lebih banyak pembalap berprestasi dari berbagai daerah,” pungkasnya. (*)








