ROCKOMOTIF, Jakarta – Kondisi lintasan yang berubah-ubah menjadi tantangan utama bagi Setiawan Santoso pada seri GT World Challenge Asia 2026 di Sirkuit Okayama, Jepang.
Mengandalkan Mercedes-AMG GT3, pembalap Indonesia tersebut berhasil mengamankan dua podium, dengan kemenangan pada Race 1 dan finis sebagai runner-up di Race 2.
Drama bahkan sudah terjadi sejak Race 1. Balapan dimulai dalam kondisi lintasan kering, tetapi hujan sempat turun dan membuat permukaan trek menjadi basah serta licin.
Dalam situasi tersebut, Setiawan Santoso dan partnernya, Mike Zhou, harus tetap menggunakan ban slick karena tidak tersedia cukup waktu untuk melakukan pergantian ban.

“Race berjalan dengan kondisi yang cukup berbahaya karena start balap kering tapi sempat hujan-hujan sebentar, track basah licin dan kita tetap pakai ban slick karena tidak ada waktu untuk ganti ban. Tetapi sampai akhir balap berhasil mendapat hasil yang baik,” ujar pembalap yang bernaung di bawah Climax Racing.
Keputusan tersebut menjadi perjudian tersendiri. Namun, Setiawan dan Mike mampu menjaga Mercedes-AMG GT3 tetap kompetitif hingga bendera finis.
Mike juga mendapat apresiasi dari Setiawan karena mampu menjalankan stint dengan sangat baik sebelum mobil berpindah ke tangan pembalap Indonesia tersebut.
Pada Race 2, peluang kembali terbuka untuk meraih kemenangan. Namun, sedikit kesalahan dalam menentukan momentum pit-in untuk pergantian pembalap membuat tim kehilangan waktu.
Mobil yang sebelumnya berada di posisi pertama akhirnya turun ke posisi ketiga ketika Setiawan mengambil alih kemudi.

Setiawan kemudian melakukan recovery dan berhasil membawa mobil kembali ke posisi kedua. Sayangnya, jarak dengan pemimpin balapan sudah terlalu jauh.
“Sempat drop dari posisi ke-1 ke posisi ke-3 pada saat pindah ke tangan saya. Sempat memperbaiki naik ke posisi ke-2 tetapi tidak mampu mengejar mobil yang posisi ke-1 karena pas saya keluar dari pit, posisi mobil ke-1 sudah jauh di depan,” katanya.
Hasil dua balapan tersebut menggambarkan betapa tricky-nya akhir pekan di Okayama. Kondisi lintasan terus berubah antara kering, basah, dan setengah basah sejak sesi latihan hingga balapan.
Di klasemen Driver Score Championship, Setiawan masih berada di posisi kedua setelah Race 1 dengan selisih yang semakin tipis. Namun, tambahan poin dari posisi kedua pada Race 2 membuat jaraknya kembali melebar. (*)








