ROCKOMOTIF, Jakarta – PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) memastikan akan memperkenalkan calon mobil listrik terbarunya dalam ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Menariknya, model anyar tersebut hadir dalam konfigurasi MPV 7-seater, segmen yang dinilai paling sesuai dengan karakter konsumen Tanah Air.
Chief Operating Officer HMID, Fransiscus Soerjopranoto, mengungkapkan bahwa kehadiran MPV listrik tujuh penumpang ini menjadi bagian dari strategi Hyundai menghadirkan produk yang relevan dengan kebutuhan pasar Indonesia. Ia menyebut mobil tersebut berada di kelas yang kurang lebih setara dengan BYD M6.
Meski sudah dipastikan meluncur, Hyundai masih merahasiakan detail spesifikasi maupun nama resmi model tersebut. Mobil listrik ini rencananya baru akan ditampilkan secara eksklusif pada Media Day dan Government Day GIIAS 2026 yang berlangsung pada 29-30 Juli 2026, sebelum akhirnya diperkenalkan lebih luas kepada publik.
Baca juga: Mobil Baru Hyundai Siap Melantai di GIIAS 2026, Ada Apa Saja?
Ketika ditanya soal peluang produksi lokal untuk MPV listrik tersebut, Hyundai belum memberikan jawaban pasti. Namun, Fransiscus menegaskan komitmen jangka panjang perusahaan terhadap pasar Indonesia, mengingat nilai investasi yang telah digelontorkan mencapai sekitar Rp 50 triliun.
Ia menambahkan bahwa Indonesia menempati posisi strategis dalam jaringan global Hyundai, sebagai pasar terbesar ketiga dari sisi volume penjualan dan terbesar kedua dari sisi profitabilitas setelah Toyota.
Deretan Model Baru Lainnya Turut Disiapkan
Selain MPV listrik, Hyundai juga menyiapkan sejumlah model baru lainnya untuk pasar Indonesia, mulai dari kendaraan hybrid, SUV bermesin konvensional, hingga SUV listrik.
Sejak hadir di Indonesia tujuh tahun lalu, Hyundai kini telah memiliki delapan model yang terdiri dari kendaraan bensin/diesel, hybrid, dan mobil listrik berbasis baterai.
Ke depan, Hyundai menargetkan menghadirkan hingga 17 model di Indonesia, dengan mayoritas produk baru didominasi kendaraan hybrid dan listrik.
Strategi ini menjadi bagian dari upaya Hyundai mempercepat transisi menuju kendaraan ramah lingkungan sekaligus menjawab meningkatnya permintaan pasar terhadap teknologi elektrifikasi.








