ROCKOMOTIF, Jakarta – Pembalap Indonesia Setiawan Santoso tampil impresif pada putaran Fuji GT World Challenge Asia Powered by AWS 2026 dengan meraih dua podium di kelas Amateur (AM).
Bersama rekan setimnya, Zhou Bi Huang, dan mengandalkan Mercedes-AMG GT3 Evo milik Climax Racing, Setiawan finis di posisi kedua kelas AM pada Race 1 sebelum berhasil meraih kemenangan pada Race 2. Hasil tersebut menjadi modal penting dalam menjaga persaingan menuju gelar Driver Championship kelas AM musim 2026.
Bagi Setiawan, keberhasilan meraih double podium di Fuji tidak lepas dari strategi balap yang telah disusun sejak awal. Alih-alih memaksakan kecepatan di setiap putaran, tim memilih fokus menjalani balapan yang bersih dan minim kesalahan.
“Strateginya sebenarnya sederhana. Track Fuji ini sangat memancing pembalap terkena track limit karena terlalu memaksakan mobil. Jadi strategi kami adalah clean drive, cermat menempatkan mobil ketika terjadi insiden di depan, menjaga pace balap tetap baik dan konsisten, serta memastikan proses pergantian pembalap berjalan lancar tanpa terkena penalti,” ujar Setiawan.

Strategi tersebut terbukti efektif. Konsistensi sepanjang balapan membuat pasangan Setiawan Santoso dan Zhou Bi Huang mampu mengumpulkan poin maksimal. Setelah mengamankan podium kedua pada Race 1, mereka tampil lebih solid pada Race 2 hingga akhirnya keluar sebagai pemenang di kelas AM.
Meski sukses di Jepang, Setiawan mengungkapkan persiapannya menuju Fuji tidak berjalan sepenuhnya mulus.
Sepekan sebelumnya, ia baru saja mengikuti ajang endurance Fun Cup 25 Hours di Spa-Francorchamps, Belgia. Perbedaan karakter mobil membuatnya harus kembali beradaptasi saat mengendarai Mercedes-AMG GT3 Evo.
“Minggu lalu saya balapan Fun Cup 25 Hours di Spa, Belgia. Karena spesifikasi mobilnya sangat berbeda, saat sesi latihan pertama di Fuji saya sempat kagok kembali mengendarai mobil GT3. Mungkin yang paling membantu hanya kondisi fisik, sehingga saya tidak terlalu terbebani saat menjalani sprint race di Fuji,” katanya.

Fuji Speedway sendiri dikenal sebagai salah satu sirkuit paling menantang dalam kalender GT World Challenge Asia. Lintasan lurus yang panjang dipadukan dengan sektor teknis membuat pembalap dituntut menjaga keseimbangan antara agresivitas dan presisi. Kesalahan kecil, terutama terkait pelanggaran track limit atau insiden saat duel, dapat berujung hukuman yang merugikan.
Keberhasilan membawa pulang podium pertama dan kedua di Fuji juga menjaga peluang Setiawan dalam perebutan gelar Driver Championship kelas AM. Persaingan musim ini dipastikan semakin ketat setelah hadirnya beberapa peserta baru yang menambah kompetisi di kategori tersebut.
“Tantangannya sekarang adalah berusaha memenangkan Driver Championship kelas AM musim 2026. Namun itu tidak mudah. Di Fuji juga ada tambahan peserta dari Malaysia di kelas AM, sehingga persaingan semakin seru untuk memaksimalkan perolehan poin podium,” ungkapnya.
Hasil positif di Fuji menjadi bekal berharga bagi Setiawan Santoso dan Climax Racing menghadapi putaran-putaran berikutnya. Dengan konsistensi meraih poin serta strategi balap yang disiplin, peluang pembalap Indonesia tersebut untuk terus bersaing di jalur perebutan gelar juara kelas AM musim 2026 masih terbuka lebar.

Double podium di Fuji sekaligus membuktikan bahwa pendekatan clean drive, konsistensi pace, serta kerja sama yang solid saat pergantian pembalap mampu menjadi pembeda di tengah ketatnya persaingan GT World Challenge Asia.
Bila tren positif ini mampu dipertahankan hingga akhir musim, bukan tidak mungkin Setiawan Santoso akan menjadi salah satu kandidat terkuat peraih gelar Driver Championship kelas AM 2026. (*)








