ROCKOMOTIF, Tangerang – Beijing Automobile Works (BAW) resmi merambah pasar Indonesia lewat ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, menjadikan Indonesia sebagai basis perakitan lokal pertama BAW di pasar setir kanan.
Langkah ini turut ditandai dengan pendirian anak perusahaan lokal, PT BAW Automobile Trading Indonesia, serta rencana proyek perakitan knock-down (KD) untuk mempercepat lokalisasi dan efisiensi rantai pasokan.
Tocy Tang, Presiden Direktur BAW Automobile Trading Indonesia, menegaskan bahwa Indonesia menjadi gerbang strategis menuju pasar otomotif setir kanan di Asia Tenggara.
“Dengan pengalaman selama 75 tahun, kami sangat percaya diri untuk memperkenalkan jajaran produk terbaru di ajang GIIAS 2026 sebagai cerminan komitmen jangka panjang kami terhadap pasar Indonesia. Melalui PT BAW Automobile Trading Indonesia, kami juga akan melakukan perakitan lokal knock down (KD), pengembangan jaringan penjualan dan purna jual yang komprehensif,” ujar Tocy.
Baca juga: Wuling Raih 3.290 SPK di GIIAS 2026, Aira ev Jadi Bintang Utama
Didirikan sejak 1951, BAW mengklaim mengusung standar teknik kelas militer yang menjamin ketahanan dan keandalan produknya, didukung lima pabrik manufaktur utama dengan jajaran produk mulai dari kendaraan off-road, MPV, hingga kendaraan komersial energi baru.

Di GIIAS 2026, BAW memperkenalkan lima model andalan yang menyasar berbagai segmen. M8 tampil sebagai MPV listrik premium untuk perjalanan keluarga yang elegan dan lapang. T01 hadir sebagai kendaraan off-road tangguh dengan konstruksi body-on-frame dan sistem five-link solid axles di depan-belakang. X03 diposisikan sebagai SUV serbaguna yang memadukan teknologi cerdas dengan kemampuan off-road mumpuni.
Sementara itu, D5 dirancang khusus bagi pengemudi muda perkotaan dengan desain ringkas dan performa tanpa emisi, sedangkan T10 Pro tampil sebagai pick-up listrik yang cocok untuk usaha kecil, kurir, dan operator angkutan barang berkat biaya operasional rendah dan desain praktisnya.
Pascadebutnya di GIIAS, BAW berencana mempercepat proyek perakitan KD lokal guna meningkatkan kapasitas produksi, sekaligus melakukan lokalisasi penjualan, operasional, dan layanan purna jual.
Langkah ini diharapkan menciptakan ekosistem bisnis yang terintegrasi penuh untuk melayani konsumen Indonesia dengan lebih baik, sekaligus menjadikan Indonesia sebagai pusat pengembangan strategis BAW untuk ekspansi ke seluruh Asia Tenggara dan pasar setir kanan lainnya di dunia.








