ROCKOMOTIF, Banten – Di tengah keriuhan ajang Automechanika Jakarta 2026, Laris Chandra, turut memanfaatkan momen tersebut untuk memperkenalkan produk terbaru mereka, Prestone Coolant Racing.
Seperti namanya, produk cairan radiator ini memang didesain untuk kebutuhan balapan dengan tingkat kinerja mesin yang sangat tinggi.
Dalam penjelasannya, Johnson Wijaya sebagai Brand Strategist, PT Laris Chandra, menjelaskan kehadiran produk baru ini memang merupakan sesuatu yang istimewa bagi pihaknya.
Bahkan, dengan keikutsertaan perusahaan di ajang Automechanika Jakarta 2026, ia juga menambahkan ada peluang bisnis karena ini mengusung skema Business-to-Business (B2B).
“Ya, jadi keikutsertaan di Automechanika ini memang Laris Chandra itu ingin memperkenalkan yang pertama pasti adalah brand-brand yang kita punya. Jadi memang kita juga memperkenalkan ekosistem. Kita menciptakan ekosistem yang di mana kita mempunyai brand-brand yang bisa mensupport segala kebutuhan dari kebutuhan kendaraan, baik motor atau mobil,” jelas Johnson.
Ia juga mencontohkan beberapa produk yang berada di bawah naunggannya tersebut, merupakan sebagai pemenuh kebutuhan konsumen dalam perawatan kendaraan
“Kenapa istimewa? Ini karena adalah produk racing, jadi ini non-ethylene glycol. Kenapa non-ethylene glycole? Pada saat tabrakan atau radiator pecah, radiator yang posisinya ada di depan, maka coolant tidak akan menyebabkan permukaan jalan menjadi licin,” tambahnya.
Di samping itu, keunggulan lain dari Prestone coolant racing ini adalah lebih tahan terhadap korosi atau karatan, menjaga suhu panas agar tetap ideal, dan memiliki titik didih yang lebih optimal untuk kebutuhan racing.
Laris Chandra tidak hanya menampilkan produk unggulan terbaru, tetapi sebagai perushaan yang menaungi beberapa brand, mereka turut memboyong sejumlah amunisinya.
“Jadi, prinsipnya kita memperkenalkan Laris Chandra ini bisa mensupport ekosistem dan juga membutuhkan dukungan dari semua pembeli kendaraan Itu yang kita tampilkan di sini,” jelas Johnson.
Dengan spesifikasi yang disesuaikan untuk kebutuhan racing, maka secara teknis produk ini tidak disarankan diaplikasikan pada mobil harian.
“Untuk mobil penumpang memang tidak dianjurkan untuk pakainya. Makanya memang marketnya niche sekali tapi kita coba untuk menggebrak itu,” pungkasnya. (*)








