ROCKOMOTIF, Tangerang – PT JETOUR Sales Indonesia membuka lebih dalam cara kerja Intelligent Dual Mode (i-DM), sistem plug-in hybrid yang dirancang untuk menghadirkan keseimbangan antara performa, efisiensi, dan kemudahan penggunaan di berbagai kondisi berkendara. Teknologi ini menjadi jantung penggerak pada dua model andalan JETOUR di Indonesia, yaitu JETOUR T1 i-DM dan JETOUR T2 i-DM.
Irwan Nugraha Kurnia, Product Senior Manager PT JETOUR Sales Indonesia, menjelaskan bahwa perbedaan karakter kedua model ini lahir dari pemahaman terhadap preferensi konsumen yang beragam.
“Kami memahami bahwa setiap konsumen memiliki preferensi berkendara yang berbeda. Ada yang mengutamakan kenyamanan dan kepraktisan untuk mobilitas sehari-hari, sementara ada pula yang mencari performa lebih tinggi untuk perjalanan jarak jauh maupun menjelajah berbagai medan,” ujar Irwan.
Secara teknis, i-DM mengintegrasikan tiga komponen utama, yakni 1.5 TGDI Dedicated Hybrid Engine, dua motor listrik, dan Dedicated Hybrid Transmission (DHT). Ketiganya bekerja secara cerdas untuk menentukan sumber tenaga paling optimal, baik dari listrik, mesin bensin, maupun kombinasi keduanya, tanpa mengorbankan efisiensi.
Baca juga: Pikat Konsumen di Indonesia, JETOUR Tawarkan T2 i-DM di GIIAS 2026
JETOUR T2 i-DM dirancang untuk konsumen yang mengutamakan performa dan pengalaman adventure lewat konfigurasi dua motor listrik yang dipadukan transmisi 3 Speed DHT, menghasilkan akselerasi lebih responsif dan tenaga lebih besar.
Sementara JETOUR T1 i-DM tampil lebih halus dan praktis dengan satu motor listrik dan transmisi 1 Speed DHT, cocok untuk mobilitas harian maupun perjalanan jauh.
Keunggulan lain terletak pada Hybrid Management System yang secara otomatis memilih skenario kerja hybrid paling optimal. JETOUR T1 i-DM mengusung lima skenario hybrid, sedangkan T2 i-DM memiliki sembilan skenario, dilengkapi pilihan Driving Mode, Power Mode, dan Battery Level Mode yang dapat disesuaikan pengemudi.
Fatur Farhananda, Product Trainer PT JETOUR Sales Indonesia, menambahkan bahwa sistem ini mampu menjaga efisiensi dalam berbagai situasi jalan. “Sistem akan secara otomatis memilih skenario penggerak yang paling optimal, baik saat menghadapi lalu lintas stop and go di perkotaan maupun ketika melaju pada kecepatan tinggi di jalan tol, sehingga performa dan efisiensi tetap dapat berjalan beriringan,” jelas Fatur.
Baca juga: Wuling Cloud EV SE Meluncur di GIIAS 2026, Harga Mulai Rp 299 Juta
Berkat pengelolaan tenaga cerdas tersebut, JETOUR T2 i-DM diklaim mampu menempuh jarak lebih dari 1.200 kilometer dalam kondisi baterai dan tangki bahan bakar penuh. Soal pengisian daya, i-DM mendukung AC Charging maupun DC Fast Charging hingga 50 kW yang mampu mengisi baterai dari 30 ke 80 persen hanya dalam sekitar 27 menit, ditambah pengisian otomatis lewat regenerative braking dan drive charging.
Sebagai nilai tambah gaya hidup aktif, JETOUR turut membekali i-DM dengan fitur Vehicle to Load (V2L) berkapasitas hingga 3,3 kW yang memungkinkan mobil menjadi sumber listrik portabel untuk berbagai kebutuhan, mulai dari peralatan rumah tangga hingga aktivitas outdoor dan camping.
Lewat inovasi ini, JETOUR menghadirkan solusi mobilitas plug-in hybrid yang efisien, bertenaga, dan relevan dengan gaya hidup konsumen Indonesia masa kini.








