Perawatan CVT Motor Matic Agar Tidak Gredeg atau Berdecit

0
Perawatan CVT motor matic
ads top

ROCKOMOTIF, Jakarta – Bagi pengguna motor matic, jangan lupa untuk melakukan perawatan CVT motor matic agar tidak menimbulkan suara berdecit atau gredeg saat digunakan.

Kondisi tersebut tidak sebaiknya diabaikan karena bisa menjadi tanda adanya gangguan pada sistem Continuously Variable Transmission (CVT), komponen yang berperan menyalurkan tenaga mesin ke roda belakang.

Melalui edukasi kepada konsumen, Main Dealer sepeda motor Honda area Jakarta-Tangerang, PT Wahana Makmur Sejati (WMS), mengingatkan pentingnya memahami penyebab dan melakukan perawatan CVT motor matic secara berkala agar performa sepeda motor tetap optimal.

CVT merupakan sistem transmisi otomatis yang mengatur rasio putaran mesin sehingga akselerasi terasa responsif dan nyaman tanpa perpindahan gigi. Namun, sejumlah komponen di dalamnya dapat mengalami kotoran, keausan, maupun perubahan kondisi akibat penggunaan.

Training Analyst PT Wahana Makmur Sejati, Wahyu Budhi, menjelaskan bunyi gredek dapat muncul akibat gesekan kampas ganda dan mangkok kopling yang tidak sempurna.

“Saat motor mulai berjalan, kampas ganda akan menempel pada mangkok kopling untuk meneruskan tenaga dari mesin ke roda belakang. Ketika permukaan kampas atau mangkok sudah kotor, licin, atau mengalami keausan, proses gesekannya menjadi tidak sempurna sehingga muncul getaran yang dirasakan pengendara sebagai bunyi gredek. Jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan hanya kenyamanan berkendara yang terganggu, tetapi juga dapat mempercepat keausan komponen CVT lainnya,” jelas Wahyu.

Beberapa penyebab bunyi gredek atau berdecit antara lain penumpukan debu, mangkok kopling yang licin akibat panas berlebih, kampas ganda aus, serta V-Belt yang kering, getas, atau licin.

Untuk menjaga CVT tetap prima, konsumen disarankan melakukan servis dan pembersihan area CVT setiap sekitar 2.000–5.000 kilometer, atau menyesuaikannya dengan kondisi penggunaan. Komponen yang sudah aus atau rusak juga perlu segera diganti.

Head of TSD PT Wahana Makmur Sejati, Benedictus F. Maharanto, menekankan pentingnya pemeriksaan rutin.

“Banyak konsumen baru datang ke bengkel setelah muncul bunyi gredek. Padahal apabila pemeriksaan dilakukan secara berkala, kondisi komponen CVT dapat diketahui lebih awal. Perawatan rutin tidak hanya menjaga performa motor, tetapi juga membuat biaya perawatan menjadi lebih ekonomis karena kerusakan dapat dicegah sejak dini,” tambah Benedictus.

WMS didukung 293 jaringan bengkel resmi AHASS di area Jakarta-Tangerang. Bengkel tersebut didukung teknisi tersertifikasi Honda dan menggunakan Honda Genuine Parts (HGP) sesuai spesifikasi sepeda motor Honda. (*)

bottom rock ads

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here