ROCKOMOTIF, Jakarta – Perjuangan pasangan pereli Toyota Gazoo Racing Indonesia, Tubagus Moerinsyahdi atau yang akrab disapa TB Adhi, bersama navigator M Herkusuma di Asia Cross Country Rally (AXCR) 2026 seperti naik wahana roller coaster.
Hal tersebut bukan tanpa alasan, Toyota Fortuner GR Sport yang mereka kendarai mengalami masalah teknis di beberapa leg.
Adapun yang paling krusial adalah pada leg kelima, di mana transmisi otomatis SUV tersebut rusak parah sehingga membuat keduanya terpaksa gagal mencapai garis finis.
Masalah tersebut sudah dirasakan sejak road section menuju special stage (SS). Transmisi otomatis tidak mau melakukan shift down sehingga mobil tertahan di gigi tinggi. Kondisi itu membuat kecepatan maksimal Toyota Fortuner hanya berada di kisaran 60-80 km/jam.

Sebelum memasuki SS, TB Adhi sempat berdiskusi dengan pihak TCD Asia Pacific Indonesia mengenai kondisi kendaraan. Ia mengusulkan agar tidak melanjutkan SS karena menilai mobil terlalu berisiko untuk dikemudikan pada SS tersebut. Namun, tim memintanya tetap melanjutkan dengan segala risiko yang ada.
“Saya diharuskan terus maju, usahakan sebaik mungkin untuk bisa mencapai garis finish. Dengan apa pun risiko yang akan terjadi, tim siap untuk melakukan perbaikan,” ujar TB Adhi.
Kekhawatiran tersebut akhirnya terbukti. Di sekitar pertengahan SS, TB Adhi dan Heru terpaksa menghentikan kendaraan sehingga tidak dapat menyelesaikan Leg 5.
Memasuki Leg 6, keduanya harus start dari posisi ke-30 berdasarkan hasil re-seeding. Kondisi lintasan juga sangat menantang karena karakter trek yang sempit dan berkecepatan tinggi, ditambah permukaan yang becek akibat hujan pada malam sebelumnya.

Namun, pasangan ini mampu bangkit dan berhasil melewati sekitar 15 mobil serta mencatatkan waktu yang sangat baik dengan perolehan posisi kedua tercepat untuk Leg 6 harian.
Performa tersebut juga menjadi bukti keberhasilan tim TGRI dan TCD Asia Pasifik memperbaiki Toyota Fortuner setelah kerusakan pada Leg 5.
“Hari ke-6 itu kami meraih posisi ke-2 waktu tercepat untuk Leg ke-6 harian,” kata TB Adhi.
Secara keseluruhan, hasil tersebut belum membawa TB Adhi dan Heru meraih penghargaan utama. Meski demikian, perjuangan mereka mendapat Special Award dari penyelenggara sebagai apresiasi atas semangat pantang menyerah selama mengikuti reli.

TB Adhi menilai AXCR 2026 memberikan banyak data dan evaluasi penting untuk menghadapi musim berikutnya. Ia juga masih menyimpan rasa penasaran karena berdasarkan evaluasi performa harian, dirinya bersama Heru dinilai memiliki kecepatan untuk bersaing memperebutkan kemenangan.
“Berdasarkan data evaluasi hasil harian, kami sangat mampu untuk bisa jadi pemenang,” pungkas TB Adhi. (*)








