Sukses Taklukan AXCR 2026, Simak Prestasi Irma Ferdiana

0
Irma Ferdiana selesaikan AXCR 2026
ads top

ROCKOMOTIF, Jakarta – Pereli sepeda motor Indonesia, Irma Ferdiana, menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Asia Cross Country Rally (AXCR) 2026.

Ia berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian perlombaan dan meraih tiga pencapaian bergengsi di kategori motor.

Pencapaian ini diraih dengan usaha serta kerja keras sepanjang kompetisi. Seperti biasanya, dari tahun ke tahun ajang ini memang menghadirkan rute yang sangat menantang.

Apalagi penyelenggaraan AXCR 2026, diakui oleh wanita kelahiran Jember, Jawa Timur, balapan tahun inimenghadirkan lintasan dengan karakter yang sangat beragam, mulai dari pegunungan, jalur bebatuan, lintasan kecepatan tinggi, hingga medan berlumpur yang licin.

Menurutnya, tantangan sudah terasa sejak dua track pertama, di mana penyelenggara langsung menyuguhkan lintasan yang berada di kawasan pegunungan. Bahkan, ia juga mengakui bahwa mavigasinya sangat sulit sehingga membuat beberapa kompetitornya sempat kehilangan arah.

Irma Ferdiana selesaikan AXCR 2026
Bagi Irma, rute AXCR 2026 sangat menantang

“Untuk track hari 1 dan 2 itu di pegunungan. Tricky banget untuk navigasinya, karena banyak yang sesat,” ujar Irma.

Memasuki hari kedua, tantangan semakin berat. Peserta harus melewati kawasan berbatu dengan karakter off-road yang ekstrem karena dipenuhi tanjakan, turunan, serta batu lepas yang membuat pengendalian sepeda motor semakin menantang.

Karakter lintasan kemudian berubah pada track ketiga dan keempat. Kecepatan menjadi salah satu tantangan utama yang harus ditaklukan oleh Irma Ferdiana, dengan section speed sepanjang sekitar 45 kilometer. Permukaan tanah yang keras ditambah kerikil kecil membuat traksi kendaraan sulit diprediksi, terutama ketika melakukan pengereman.

Mantan atlet voli wanita ini menyebut sejumlah peserta bahkan mengalami insiden serius karena kehilangan kendali. Mobil dan sepeda motor ada yang keluar jalur hingga masuk ke sungai.

Tantangan kecepatan berlanjut pada track berikutnya. Peserta dituntut mempertahankan konsentrasi tinggi karena kecepatan dapat mencapai sekitar 130 km/jam sebelum tiba-tiba harus menghadapi tikungan dan melakukan pengereman.

“Untuk track 4 dan 5 itu jalurnya speed, open speed banget. Tapi lebih capek karena kita harus konsentrasi terus. Kadang jalan 130 km, tiba-tiba harus nikung,” kata Irma.

Sementara itu, track terakhir menghadirkan tantangan berbeda. Hujan yang turun pada malam sebelumnya membuat lintasan di kawasan perkebunan karet berubah menjadi medan yang sangat licin.

Sekitar 58 kilometer harus dilalui dengan kondisi berlumpur, penuh genangan air, dan minim grip.

Irma Ferdiana selesaikan AXCR 2026
Wanita ini berhasil tempati 8 besar overall dan 3 di kelas M1

Di tengah kondisi tersebut, Irma mampu menjaga ritme hingga berhasil mencapai garis finish dan mengamankan hasil impresif. Prestasinya di posisi kedelapan overall sekaligus podium ketiga kelas M1 menunjukkan konsistensinya menghadapi seluruh karakter lintasan AXCR 2026.

Menurut Irma, hasil rally tidak semata-mata ditentukan oleh siapa yang paling cepat. Navigasi, teknik, konsistensi, keberuntungan, serta kemampuan mematuhi aturan menjadi faktor yang sama pentingnya.

“Kadang memang begitu ya rally itu. Tidak selalu yang biasa juara bisa jadi juara. Jadi keberuntungan, teknik, terus ketepatan navigasi,” ujarnya.

Salah satu tantangan lainnya adalah penerapan speed limit pada sejumlah section. Peserta harus mampu menjaga kecepatan sesuai ketentuan karena pelanggaran dapat berujung penalti waktu. Bahkan, menurut Irma, sejumlah peserta harus menerima penalti dalam jumlah besar.

Bagi Irma, keberhasilan menembus finish AXCR 2026 sekaligus menjadi juara kategori wanita bukan sekadar pencapaian hasil akhir. Perjalanan tersebut menunjukkan kemampuan pereli Indonesia menghadapi kompetisi rally lintas negara yang menuntut ketahanan fisik, kecermatan membaca lintasan, keberanian, dan kemampuan mengambil keputusan dalam situasi yang berubah cepat.

Enam track dengan karakter berbeda berhasil dilewati. Dari pegunungan dan batu lepas, jalur berkecepatan tinggi, hingga lumpur licin di perkebunan karet, Irma akhirnya menutup AXCR 2026 dengan torehan peringkat kedelapan overall, posisi ketiga kelas M1, dan gelar juara pertama kategori wanita. (*)

bottom rock ads

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here