ROCKOMOTIF, Jakarta – Bagi Mufti Muis Karim, mimpi untuk menuju Dakar semakin dekat untuk ditapaki. Sebab, setelah sukses menyandang gelar King of IRRA Moto 2025, pria ini akan membawa ambisinya ke panggung rally raid internasional.
Jawara IRRA 2025 ini bersiap menghadapi Rallye OLA Energy du Maroc 2026, salah satu ajang penting dalam kalender FIA-FIM World Rally-Raid Championship (W2RC).
Turun di kelas Rally2, Mufti Muis Karim akan mengandalkan Honda CRF 450 Rally untuk menaklukkan kerasnya medan Maroko.
Baginya, keikutsertaan di Maroko bukan sekadar kesempatan menguji kemampuan di level internasional. Balapan ini menjadi salah satu langkah penting dalam upayanya mengejar kesempatan tampil di Dakar Rally 2027.
Rallye du Maroc 2026 merupakan putaran keempat W2RC musim ini dan digelar pada 28 September hingga 3 Oktober 2026. Balapan diawali dari Agadir, sebelum peserta bergerak menuju Zagora, kawasan di gerbang Sahara yang menjadi pusat bivak sekaligus lokasi finis lima etape.
Untuk kategori FIM, termasuk kelas Rally2 yang diikuti Mufti, total jarak yang harus ditempuh mencapai sekitar 2.637 kilometer, dengan 1.530 kilometer di antaranya merupakan special stage. Peserta akan menghadapi kombinasi gravel, bebatuan, pasir hingga dune khas gurun Maroko.
Tantangan semakin besar karena kelas Rally2 tahun ini diikuti 110 kompetitor, berdasarkan entry list resmi Rallye du Maroc 2026. Para peserta datang dari berbagai negara, termasuk rider dari tim pabrikan maupun privateer berpengalaman.

Dari KTM EXC 250 ke Honda CRF 450 Rally
Perjalanan Mufti menuju Maroko tidak datang begitu saja.
Pada IRRA 2025, Mufti turun menggunakan KTM EXC 250 di kelas XM2. Penampilannya di lintasan rally raid IRRA berhasil membawanya menjadi juara Overall 1 kategori Moto.
Prestasi tersebut sekaligus membuat Mufti dinobatkan sebagai King of IRRA Moto 2025.
Kini, tantangan yang dihadapi jauh lebih besar. Dari KTM EXC 250 yang digunakannya saat menjuarai IRRA, Mufti beralih ke Honda CRF 450 Rally untuk menghadapi persaingan Rally2 di salah satu medan rally raid paling terkenal di dunia.
Perubahan motor, level persaingan, jarak tempuh, hingga karakter lintasan menjadi bagian dari proses adaptasi yang harus dijalani Mufti.
Namun, justru pengalaman di level inilah yang dibutuhkan jika ia ingin melangkah lebih jauh menuju panggung Dakar.
Maroko Menuju Mimpi Dakar
Rallye du Maroc memiliki posisi penting dalam kalender rally raid dunia. Penyelenggara W2RC menyebut ajang ini sebagai “final dress rehearsal for the Dakar”, mengingat karakter medan gurun Afrika yang beragam memberikan pengalaman yang sangat dekat dengan tantangan yang akan dihadapi di Dakar.
Karena itu, bagi Mufti, setiap kilometer di Maroko memiliki arti.
Setelah membuktikan kemampuannya di IRRA, kini ia harus mengukur kemampuan di tengah persaingan dengan rider-rider rally raid dari berbagai negara.
Hasil, pengalaman, dan proses yang dijalani di Maroko akan menjadi bagian dari perjalanan panjang Mufti dalam mengejar kesempatan tampil di Dakar Rally 2027.
Dari Majalengka menuju Sahara. Dari KTM EXC 250 menuju Honda CRF 450 Rally. Dari King of IRRA menuju panggung W2RC. Kini, Mufti MK mengejar satu target yang lebih besar: Dakar. (*)








