ROCKOMOTIF, Jakarta – Kejurnas Speed Offroad 2026 kembali menyambangi Sirkuit Tembong Serang, Banten. yang akan menjadi arena pertarungan pada Seri 4 dan Seri 5 pada 24–25 Oktober 2026.
Kembalinya ajang nasional ke Tembong Serang sekaligus membawa nuansa nostalgia. Pasalnya, sirkuit tersebut merupakan lintasan lama yang kembali dibangun untuk menggelar partai final tahun ini setelah terakhir kali digunakan pada 2017.
Promotor Motu Jangkar Biru, Haji Muhammad Yassin Kosasih, bersama tim penyelenggara melakukan survei lintasan pada Senin (5/10/2026).
Dari hasil survei tersebut, kondisi sirkuit disebut sudah mencapai sekitar 90 persen dan masih akan disempurnakan menjelang perlombaan.
“Saat ini saya berada di Sirkuit Tembong Serang. Hari ini saya baru saja survei sirkuit. Ini boleh dikatakan 90 persen sudah hampir siap untuk melaksanakan Kejurnas Speed Offroad yang akan digelar pada akhir bulan ini,” ujar Yassin.

Sirkuit Tembong Serang memiliki panjang lintasan kurang lebih 4,5 kilometer dengan karakter double track. Karakter lintasan ini disebut memiliki kemiripan dengan Sirkuit Cikembar yang sebelumnya menjadi lokasi penyelenggaraan Kejurnas Speed Offroad.
Salah satu tantangan yang akan dihadapi para peserta pada Kejurnas Speed Offroad partai final ini adalah keberadaan sekitar 14 jempingan dengan karakter yang beragam. Mulai dari jempingan tinggi, sedang hingga rendah akan menjadi bagian dari lintasan yang harus ditaklukkan para off-roader.
“Jempingannya ada sekitar 14. Variatif, ada yang tinggi, ada yang sedang dan ada yang rendah,” jelas Yassin.
Meski demikian, Yassin menilai karakter lintasan tersebut masih dapat dihadapi para peserta. Terlebih, para offroader yang berlaga di level nasional dinilai sudah memiliki pengalaman menghadapi berbagai karakter sirkuit.
Pada dua seri di Tembong Serang, persaingan akan terbagi dalam tujuh kelas, mulai dari G1 hingga G7 FFA. Para peserta juga masih memiliki waktu sekitar tiga pekan untuk mempersiapkan kendaraan sebelum turun bertanding.
Menurut Yassin, pembangunan kembali Sirkuit Tembong Serang tidak lepas dari dukungan sejumlah pihak. Ia menyampaikan apresiasi kepada Haji Jaman dan Haji Bintang beserta pihak-pihak yang turut membantu menghidupkan kembali lintasan tersebut.

“Ini sirkuit lama yang kita bangun lagi. Insya Allah seminggu ke depan kita sempurnakan lagi. Jadi tentunya saya berharap para off-roader menyiapkan kendaraannya. Masih ada jangka waktu kurang lebih tiga minggu lagi,” kata Yassin.
Kembalinya Speed Offroad ke Tembong Serang juga menjadi kesempatan bagi para peserta untuk bernostalgia. Yassin berharap atmosfer kompetisi kali ini dapat menghadirkan kembali pengalaman yang pernah dirasakan para off-roader ketika ajang tersebut masih rutin digelar di lintasan ini.
“Semoga teman-teman happy. Kita bisa bernostalgia mundur 10 tahun yang lalu. Terakhir kalau tidak salah 2017 digelar Speed Off-road di sini,” ujarnya.
Yang menarik, Seri 4 dan Seri 5 akan digelar secara beruntun pada akhir pekan. Seri 4 berlangsung pada Sabtu, 24 Oktober 2026, sementara Seri 5 digelar sehari setelahnya, Minggu, 25 Oktober 2026.

Setiap seri penutup Kejurnas Speed Offroad 2026 akan memiliki tiga Special Stage (SS). Dengan demikian, peserta akan menjalani tiga SS pada Sabtu untuk menentukan pemenang Seri 4, kemudian kembali menghadapi tiga SS pada Minggu untuk memperebutkan kemenangan Seri 5.
“Seri keempat nanti hari Sabtu, seri kelimanya hari Minggu. Jadi masing-masing seri, di hari Sabtu itu ada tiga kali SS, di hari Minggu ada tiga kali SS,” tutur Yassin.
Setelah rangkaian lomba pada masing-masing hari selesai, pemenang seri juga akan langsung ditentukan dan dilanjutkan dengan pembagian trofi. Format tersebut membuat peserta harus menjaga performa dan konsistensi sejak hari pertama hingga penutupan seri pada Minggu.
Dengan persiapan yang saat ini sudah mencapai sekitar 90 persen, penyelenggara masih memiliki waktu untuk melakukan penyempurnaan terhadap lintasan sebelum digunakan pada 24–25 Oktober mendatang.
Kehadiran kembali Kejurnas Speed Off-road di Tembong Serang pun diharapkan tidak hanya menghadirkan persaingan baru bagi para off-roader nasional, tetapi juga menghidupkan kembali salah satu lintasan yang memiliki sejarah dalam perjalanan kompetisi Speed Off-road di Indonesia. (*)








