ROCKOMOTIF, Jakarta – Selain mempersiapkan perhelatan akbar FIA Rallycross Indonesia World Cup 2026, Sarga Motorsport selaku penyelenggara juga menyiapkan kejutan dengan menghadirkan kelas pendukung (supporting class).
Kelas ini akan mempertemukan para pengguna utility terrain vehicle (UTV). Untuk mengajak lebih banyak peserta, Sarga Motorsport menggandeng pereli sekaligus offroader, Haji Mohammad Yassin Kosasih. Ia bertugas mengajak rekan-rekannya sesama pengguna UTV untuk berpartisipasi dalam ajang tersebut.
Dalam keterangannya, Yassin mengungkapkan bahwa kehadiran kelas pendukung ini menjadi kabar gembira bagi para offroader, khususnya pengguna Can-Am, yang mendapat kesempatan untuk ikut meramaikan FIA Rallycross Indonesia World Cup 2026.

“Hari ini (20/10), saya diundang oleh Pak Ricky Wirjan selaku Deputy Chairman FIA Rallycross Indonesia World Cup 2026 untuk melihat langsung persiapan lintasan yang akan digunakan. Beliau juga meminta saya mengajak para pengguna Can-Am untuk meramaikan kelas pendukung yang disiapkan oleh Sarga Motorsport,” ungkap Yassin.
Ia menjelaskan, nantinya akan ada 10 offroader yang membawa kendaraan Can-Am mereka untuk berkompetisi. Saat ini, kuota peserta yang tersedia pun sudah hampir terpenuhi.
“Dari 10 peserta yang dibutuhkan, sepertinya sudah ada sembilan orang yang mendaftar. Jadi, tinggal satu slot lagi yang tersedia. Untuk regulasi perlombaan, nantinya akan mengacu pada peraturan Kejurnas Speed Offroad kelas G.6. Dengan begitu, peserta tidak perlu melakukan banyak penyesuaian pada kendaraannya,” tambah Yassin.
Meski demikian, Yassin menjelaskan bahwa ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi peserta demi menunjang keselamatan. Salah satunya adalah pemasangan side bar pada setiap kendaraan Can-Am yang akan berlomba.

“Mereka menyarankan agar setiap Can-Am memasang side bar, yaitu besi pelindung yang dipasang di sisi kendaraan. Menurut saya, pemasangannya tidak terlalu sulit dan bisa dikerjakan dengan mudah. Selain itu, jok co-driver juga harus dilepas sehingga kendaraan hanya menggunakan satu kursi untuk pengemudi,” jelas Yassin.
Kehadiran kelas UTV ini juga menjadi sarana untuk memperkenalkan potensi Can-Am sebagai kendaraan kompetisi. Dengan tenaga yang besar dan kebutuhan modifikasi yang relatif minim, kendaraan ini dinilai memiliki potensi untuk digunakan dalam ajang balap.
Yassin pun berencana untuk terus mendukung penyelenggaraan FIA Rallycross Indonesia selama lima tahun ke depan melalui berbagai program yang melibatkan kendaraan UTV, termasuk Can-Am. (*)








