Tangan Dingin Naufal Shafwan Antarkan TGRI Raih Kemenangan Perdana

0
Naufal Shafwan peslalom TGRI 2026
Kemenangan Naufal Shafwan di Cirebon, Jawa Barat (Foto: TGRI/Agung Lawerissa)
ads top

ROCKOMOTIF, Cirebon – Toyota Gazoo Racing Indonesia akhirnya meraih hasil positif pada Kejurnas Slalom Autokhana 2026 seri keempat di Cirebon, Jawa Barat, lewat tangan dingin Andi Muhammad Naufal Shafwan.

Kemenangan ini menjadi pencapaian penting bagi tim setelah melewati tiga seri sebelumnya dengan hasil yang belum memuaskan.

Peslalom yang akrab disapa Naufal Shafwan, yang mengandalkan New Agya GR Sport sebagai mobil balapnya, menilai hasil tersebut menjadi modal berharga menjelang seri final di Yogyakarta.

Ia mengungkapkan, keberhasilan ini tidak terlepas dari proses pengembangan kendaraan dan kerja keras seluruh anggota tim.

Sebelumnya, tim masih menghadapi tantangan dalam menemukan setelan mobil yang sesuai dengan karakter masing-masing pembalap.

Naufal Shafwan peslalom TGRI 2026
New Agya GR Sport tampil optimal di Kejurnas Slalom (Foto: TGRI/Agung Lawerissa)

“Menurut saya atas pencapaian ini sangat baik bagi kita di tim untuk menghadapi seri final di Jogja nanti. Kalau mengingat dua seri ke belakang memang agak struggle, karena belum menemukan settingan yang pas di masing-masing pembalap, tapi pelan-pelan sudah mulai menemukan titik terangnya,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi kontribusi mekanik, kru, dan manajemen yang mendukung pengembangan mobil selama sesi latihan menjelang seri keempat. Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil positif di Cirebon.

Meski demikian, Naufal menegaskan tim tidak boleh cepat berpuas diri. Persiapan menuju seri final masih harus dimaksimalkan agar performa yang telah ditemukan dapat kembali dipertahankan.

“Kita tidak boleh cepat puas, seri final sisa berapa minggu lagi. Kita masih harus saling bahu membahu antara tim mekanik dan kru agar doa kita dapat terkabul kembali,” lanjutnya.

Dari sisi pembalap, Naufal menyebut performa maksimal menjadi syarat penting untuk meraih hasil terbaik dalam kompetisi slalom.

Setiap pembalap dituntut memberikan kemampuan penuh, sekaligus memastikan pengembangan kendaraan benar-benar efektif ketika digunakan dalam perlombaan.

Naufal Shafwan peslalom TGRI 2026
Kemenangan perdana TGRI di ajang Kejurnas Slalom 2026 (Foto: TGRI/Agung Lawerissa)

Ia mengaku sempat merasakan ketegangan sebelum menjalani seri keempat karena ingin membuktikan hasil pengembangan yang telah dilakukan selama beberapa minggu terakhir.

“Jujur di seri 4 ini deg-degan parah karena kita ingin menguji hasil development yang kita lakukan beberapa minggu ini, apakah worth it atau enggak. Tapi alhamdulillah deg-degan itu hilang ketika sudah mulai mengambil posisi start dan sampai finish dengan aman dan mendapatkan fastest lap,” ungkapnya.

Hasil di Cirebon menjadi suntikan motivasi bagi Toyota Gazoo Racing Indonesia. Dengan evaluasi dan persiapan lanjutan, tim berharap dapat menjaga momentum positif bersama New Agya GR Sport pada seri final Kejurnas Slalom Autokhana 2026 di Yogyakarta. (*)

bottom rock ads

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here