Pabrik Baterai Kendaraan Listrik Pertama di Indonesia Siap Dibangun

0
Pabrik baterai kendaraan listrik

ROCKOMOTIF, Jakarta – LG Energy Solution dan Hyundai Motor Group, menegaskan komitmennya untuk mendukung elektrifikasi di Indonesia dengan melakukan ground breaking pabrik baterai kendaraan listrik pertama di Indonesia.

Dalam acara peletakan batu pertama tersebut, juga disaksikan oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo serta Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhur Binsar Panjaitan dan Menteri Investasi, Bahlil Lahadalia.

“Hyundai Motor Group terus fokus mengembangkan kemampuannya agar dapat menjadi pemimpin global di pasar kendaraan listrik, yang mana menjadi kunci daya saing di masa depan. Keberadaan pabrik ini adalah bagian dari upaya tersebut,” jelas Euisun Chung, Chairman Hyundai Motor Group, dalam keterangan resminya.

Sementara itu, langkah ini juga dinilai oleh President and CEO LG Energy Solution, Jong-hyun Kim, sebagai penanda langkah besar untuk memulai era baru industri kendaraan listrik di Indonesia.

Pabrik baterai kendaraan listrik

Baca juga: Stasiun Pengisian Baterai Mobil Listrik di Jakarta Kini Semakin Menjamur

“Hari ini menandakan langkah besar dalam memulai era baru industri baterai untuk kendaraan listrik di Indonesia, seiring dengan pembangunan pabrik manufaktur sel baterai pertama di Indonesia,” tambah Jong-hyun Kim.

Pada Juli lalu, Hyundai Motor Group dan LG Energy Solution menandatangani nota kesepahaman atau MoU dengan pemerintah Indonesia dalam mendirikan joint venture (JV) yang membangun pabrik sel baterai kendaraan listrik berbasis baterai (BEV) di Indonesia.

Hyundai Motor Group dan LG Energy Solution mengumumkan nilai investasi yang mencapai total USD 1,1 miliar ke dalam JV tersebut, di mana masing-masing perusahaan memegang nilai saham atau kepemilikan sebesar 50 persen.

Pabrik baru untuk manufaktur sel baterai ini akan dibangun di atas sebidang tanah seluas 330.000 meter persegi. Pembangunan pabrik akan diselesaikan pada semester pertama tahun 2023, sedangkan produksi sel baterai secara massal di fasilitas baru ini diharapkan dapat dimulai pada semester awal tahun 2024.

Pabrik baterai kendaraan listrik

Baca juga: Pemerintah Kejar Target Dirikan 390 SPKLU di Indonesia

Saat beroperasi secara penuh, fasilitas ini ditargetkan dapat memproduksi 10 GWh sel baterai lithium-ion dengan bahan katoda NCMA (nikel, kobalt, mangan, aluminium) setiap tahunnya, yang mana cukup untuk memenuhi kebutuhan 150.000 unit BEV.

Selain itu, fasilitas ini juga akan disiapkan untuk meningkatkan kapasitas produksinya hingga 30 GWh agar dapat memenuhi pertumbuhan permintaan BEV di masa yang akan datang.

LEAVE A REPLY