ROCKOMOTIF, Jakarta – Pereli sekaligus pembalap touring car, Yassin Kosasih, berhasil mengamankan posisi kelima pada rangkaian Seri 1 Mandalika Festival of Speed (MFoS) 2026 yang berlangsung (13/6) meski mobil balap F30 harus menghadapi berbagai kendala teknis sepanjang akhir pekan.
Pembalap Motu Jangkar Biru Motorsport tersebut mengungkapkan bahwa BMW yang digunakan sebenarnya belum dipersiapkan secara maksimal. Hal ini dikarenakan mobil utamanya masih dalam kondisi penyempurnaan di Jakarta.
“Mobil balap F30 ini sebenarnya mobil cadangan. Karena unit yang utama milik saya masih belum rampung karena komponen piston dan ring piston baru tiba. Jadi akhirnya pakai BMW ini yang notabene menggunakan mesin standar ini dan telah mendapat settingan sejak Rabu lalu,” ujar Yassin.

Lantaran mobil balap F30 merupakan barang baru, Yassin Kosasih yang didukung oleh workshop Alta Racing kerap direpotkan dengan kondisi safe mode pada mobil balap tersebut. Sejak sesi latihan, masalah sudah mulai muncul. BMW F30 miliknya beberapa kali mengalami kondisi safe mode yang membuat performa mesin tidak optimal.
Menurut Yassin, kondisi tersebut memaksanya menahan putaran mesin di angka tertentu agar mobil tetap bisa melaju hingga finis.
“Normalnya kalau di mobil balap yang utama, saya bermain di sekitar 7.000 rpm. Tapi karena mobil ini kerap safe mode, jadi saya harus menahan di sekitar 5.500 rpm. Tentu membuat mobil tidak bisa dipacu maksimal,” jelasnya.
Masalah serupa kembali muncul saat sesi kualifikasi sehingga Yassin hanya mampu menempati posisi keenam. Namun saat balapan berlangsung, dirinya memilih bermain aman demi mengamankan poin.

Di tengah balapan, tim juga menemukan adanya kebocoran pada bagian radiator yang semakin memperburuk kondisi mobil. Yassin bahkan sempat masuk pit untuk melakukan penanganan darurat sebelum kembali ke lintasan.
“Saya putuskan masuk pit karena merasa ada masalah. Setelah dicek ternyata ada kebocoran pada spray radiator. Langsung diperbaiki sementara dan saya kembali ke lintasan,” katanya.
Strategi tersebut terbukti tepat. Meski tidak bisa tampil agresif, Yassin berhasil mempertahankan posisinya hingga finis di urutan kelima.
“Kalau saya memaksakan dan akhirnya DNF, tentu saya kehilangan poin. Jadi saya memilih menjaga rpm agar tidak lebih dari 5.500 dan fokus membawa mobil sampai garis finis,” tambahnya.
Yassin mengaku sejak awal memang tidak memasang target tinggi mengingat kondisi mobil yang belum sepenuhnya siap bertarung.
“Saya sudah menghilangkan ekspektasi untuk mengejar kemenangan. Yang penting bisa start, finis, dan tidak terkena masalah safe mode. Karena saya sadar ini bukan mobil utama dan persiapannya tidak maksimal,” ujarnya.
Meski demikian, hasil yang diraih pada seri pembuka ini tetap menjadi modal positif untuk menghadapi balapan berikutnya. Yassin menyebut tim mekanik akan bekerja sepanjang malam untuk mencari penyebab utama munculnya safe mode agar tidak kembali mengganggu performa mobil pada seri selanjutnya.
“Hasil hari ini cukup memotivasi saya untuk seri kedua. Secara umum mobil sebenarnya tidak ada masalah besar, hanya kami masih harus memastikan penyebab safe mode ini benar-benar teratasi,” tutup Yassin. (*)








